Lama Dijanjikan Berangkat Umrah, Setelah Dicek Uangnya Tidak Ada

HARJAMUKTI - Unit Reskrim Polsek Selatan-Timur Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap praktek dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh salahsatu biro perjalanan travel umrah yang ada di Kota Cirebon, PT MPW.
waspadai penipuan berkedok umrah
Polsek Seltim tunjukan barang bukti penipuan umrah. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan dua orang jamaah umrah yang menjadi korban. Keduanya kesal karena terlalu lama dijanjikan berangkat, namun tak kunjung terbang ke Tanah Suci. Kedua korban yakni Suwardi dan al-Hasan Bisri akhirnya melaporkan ke kepolisian.

Dan setelah diselidiki kepolisian, dugaan ada praktek penipuan dan penggelapan oleh biro travel yang beralamat di Graha Tanjung Residence No 21 Jalan Kalitanjung tersebut pun terbongkar.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHUM MSM, melalui Kapolsek Seltim, Kompol Suwitno membenarkan sedang menangani kasus tersebut. Pihaknya mengaku telah menangkap dan menetapkan satu orang yang merupakan pimpinan biro travel umrah sebagai tersangka.

"Kita berhasil mengungkap dugaan kasus penipuan yang dilakukan oleh salah satu biro travel untuk ibadah umrah, setelah diselidiki kita sudah tetapkan pimpinannya berinisial ILF sebagai tersangka," ungkap Suwitno saat melakukan gelar perkara di mapolsek setempat, Jumat (15/9) .

Mengenai modus operandi yang dilakukan tersangka, Suwitno menuturkan bahwa seperti pada umumnya, para jamaah mendaftarkan diri di biro tersebut dengan cost sebesar Rp29 juta untuk satu orang, termasuk di dalamnya biaya pembuatan paspor, suntik vaksin, manasik serta seluruh keperluan jamaah lainnya.

Namun setelah para jamaah sampai di Tanah Suci, pihak travel mengaku mengalami kekurangan biaya sehingga mengcovernya dengan biaya pendaftaran dari jamaah yang baru.

Praktek yang sudah berjalan lama tersebut membuat para jamaah yang baru mendaftar tersebut tak kunjung diberangkatkan. Pasalnya pihak travel sudah tidak memiliki biaya untuk memberangkatkan karena sudah dipakai untuk mengcover kekurangan jamaah yang terlebih dahulu berangkat.

"Jadi sistemnya gali lobang tutup lobang, semakin lama kan tidak tercover, sehingga uang dari jamaah yang baru sudah dipakai habis. Akhirnya mereka tidak diberangkatkan, padahal Rp29 juta itu harusnya sudah mengcover kebutuhan para jamaah sampai kembali ke tanah air. Nah setelah kita selidiki disitu ada indikasi penipuan dan penggelapannya," tutur Suwitno.

Sebagai barang bukti, pihak kepolisian mengamankan sepuluh invoice atau kuitansi pendaftaran, empat buah paspor dan koper berlogo biro travel.

Akibat praktek penipuan dan penggelapan tersebut, kedua pelapor pun mengalami kerugian sebesar Rp116.400.000.

Atas perbuatannya, ILF pun dikenakan pasal berlapis, ia dikenai pasal 378 tentang penipuan, 372 tantang penggelapan dan pasal 64 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Untuk korban sendiri, hingga saat ini kepolisian masih fokus menangani dua korban yang sudah resmi membuat laporan, namun dikatakan Suwitno, melihat biro travel umroh tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2007, tidak menutup kemungkinan masih banyak korban-korban lainnya. 

"Diperkirakan akan ada korban lain, tapi sekarang kita fokus menangani dua pelapor dulu, kasus ini akan terus kita kembangkan," kata Suwitno. (sep) 

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Lama Dijanjikan Berangkat Umrah, Setelah Dicek Uangnya Tidak Ada "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...