KSOP Ngaku Tak Diberitahu Pemasangan Pendeteksi Debu Batubara

LEMAHWUNGKUK - Keluhan masyarakat pesisir mengenai debu batubara di Pelabuhan terus bergulir. Dulu, PT Pelindo pernah berjanji untuk mengontrol kadar debu di lingkungan pelabuhan dengan alat pendeteksi, sehingga tidak sampai ke pemukiman warga.
ksop cirebon tak tahu kadar debu batubara
Rivolindo (kiri) tegur sopir batubara. dok. Rakyat Cirebon
Saat alat tersebut ditagih oleh warga, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon mengaku tidak tahu-menahu mengenai pemasangan alat tersebut.

"Alat deteksi itu janji Pelindo. Mereka pernah menyampaikan bahwa alat tersebut sudah dipasang. Selanjutnya, kami tidak tahu-menahu," ujar Kepala KSOP Kelas II Cirebon, Rivolindo SH MM saat diwawancarai rakcer.

Tak hanya tidak mengetahui pemasangannya, lanjut dia, pihak KSOP pun tak pernah diberitahu mengenai hasil dari pemasangan alat pendeteksi debu tersebu.

Sehingga sampai saat ini tidak ada laporan apakah kadar debu yang ada di wilayah pelabuhan, hingga sampai ke pemukiman warga masih di bawah ambang batas atau sudah melebih iukuran yang standar.

"Selama ini kami tidak pernah tahu hasilnya seperti apa, Karena kami tidak pernah diberi tahu," lanjut Rivo.

Sementara itu, salahsatu warga di RW 1 Pesisir Selatan Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, Nunung Nursita mengatakan, pihak Pelindo kerap memasang alat pendeteksi debu di atas balkon rumahnya. 

Namun sangat disayangkan, alat tersebut selalu dipasang saat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan diberhentikan.

"Diatas rumah saya memang suka dipasang, beberapa hari lalu itu dipasang untuk keempat kalinya, biasanya sehari semalam untuk mengetahui kadar debu, tapi yang mau gimana, wong kalo alat itu dipasang bongkar muatnya lagi berhenti," ungkap Nunung.

Sama halnya dengan warga-warga lain, ia pun turut mengeluhkan debu batu bara yang sampai saat ini masih bisa sampai ke rumahnya, meskipun debu tidak terlalu banyak karena rumahnya berada di dalam gang. Sehingga tidak berhadapan langsung dengan jaring penghalang antara pemukimannya dengan pelabuhan.

"Memang masih sampai mas, tapi di rumah saya sedikit, kalau rumah yang di pinggir sungai itu kan langsung bersebelahan dengan pelabuhan, pasti lebih banyak," kata Nunung. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "KSOP Ngaku Tak Diberitahu Pemasangan Pendeteksi Debu Batubara"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus