KSOP dan Pelindo Memanas, Batubara Terancam Ditutup

LEMAHWUNGKUK – Dampak batubara yang dirasakan masyarakat sekitar pelabuhan cirebon terus memanas. Bahkan KSOP pun sudah beberapa kali melakukan teguran pada Pelindo namun tak dihiraukan, sehingga memicu ketegangan antar dua instansi milik pemerintah itu.
kepala ksop cirebon tegur sopir truk batu bara
Rivolindo tegur sopir truk batubara. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Bahkan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon mengancam akan melaporkan hal ini kepada Kementrian Perhubungan lantaran Pelindo tak menghiraukannya.

"Saya hanya melihat bahwa kegiatan ekonomi di pelabuhan kepentingannya untuk bangsa, saya menitik beratkan itu namun jika pelindo tidak menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap aktifitas didalamnya akan saya laporkan ke kementrian (Perhubungan)," ujar Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon, Rivolindo SH MM saat diwawancarai sejumlah wartawan usai melakukan penyiraman di sejumlah titik rawan debu di Pelabuhan, kemarin.

Mengenai tindak lanjut dari ancaman KSOP yang akan melaporkan Pelindo ke kementrian, Rivo mengatakan bahwa untuk tindakan selanjutnya diserahkan kepada pihak pusat untuk memberikan tindakan.

Dikatakan Rivo, tanggung jawab terhadap penanganan debu di pelabuhan sepenuhnya adalah tugas PT Pelindo II sebagai operator di pelabuhan. 

Akan tetapi, setelah ditegur dan tidak menunjukkan respons dan perubahan di lapangan, pada Senin (04/08) kemarin, KSOP bersama beberapa pengusaha batu bara turun langsung melakukan penyemprotan debu di sejumlah ruas jalan di pelabuhan.

"Nanti biar pusat yang menentukan langkah selanjutnya. Seperti penyemprotan ini, harusnya kan Pelindo yang mengerjakan ini saya sampai turun ke lapangan," ujar Rivo dengan nada kesal.

Meskipun memiliki kewenangan untuk kembali menutup aktifitas bongkar muat batu bara jika terus dikeluhkan warga tanpa adanya tindakan penanganan yang maksimal dari PT Pelindo, KSOP juga dituturkan Rivo akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Cirebon mengenai penanganan debu ini.

"Ancaman penutupan tentu bisa dilakukan, kita tetap koordinasi dengan pemkot tapi saya minta ke walikota untuk memberi kesempatan kepada kita menyelesaikan masalah ini," kata Rivo.

Sementara itu, Dewan Penasehat DPC INSA (Indonesia National Shipowners' Association) Cirebon, Agus Purwanto menambahkan, terlepas dari adanya peran Pelindo ataupun tidak, para pengusaha yang terlibat dalam aktifitas bongkar muat batu bara akan tetap menunjukkan tanggung jawabnya terhadap penanganan debu.

Salahsatunya adalah dengan menambah armada mesin penyemprot yang disiagakan di semua titik pelabuhan. "Kami akan terus melakukan pananganan, dan beberapa upaya juga sudah kami lakukan, saat ini kita siagakan beberapa mesin penyemprot debu, yang pasti kita mewakili para pengusaha batu bara akan maksimalkan penangan debu ini," tambah Agus. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to " KSOP dan Pelindo Memanas, Batubara Terancam Ditutup "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus