Kadisdukcapil Tantang Dirjen Dukcapil

CIREBON – Pernyataan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrullo dibantah keras oleh Kepala Disdukcapil Kota Cirebon Sanusi.
kadisdukcapil kota cirebon bantah dirjen dukcapil
Berita acara penerimaan blanko E-KTP. Foto: Kim/Rakyat Cirebon
Seperti diketahui Dirjen Kemendagri mengaku pernah menyamar di sejumlah kantor Disdukcapil menanyakan soal E-KTP. Zudan menyatakan jik pegawai Discapil menyembunyikan ketersediaan blanko yang sebenarnya masih ada.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Kadisdukapil) Kota Cirebon, Sanusi, saat ditemui di ruangannya, mengungkapkan bahwa pihaknya, dalam hal ini dengan jelas membantah pernyataan Zudan terkait penerimaan blanko E-KTP. 

"Berita acara penerimaan pada saat itu 6000 blanko KTP. Lalu kenapa ngomong ada 23.000 blanko, dasarnya dari mana?. Kita hanya mendapat blanko 6.000 E-KTP kok," keluh Sanusi.

Dikatakan, hal itu bukan hanya sebatas bantahan. Pihaknya juga mengaku memiliki data dan berita acara penerimaan blanko E-KTP. "Kita memiliki data. Jangan asal bicara saja. Waktu penerimaan, masih ada berita acara penerimaannya. Di sini kita hanya diberi 6000 blanko, bukan 23.000," kata dia.

Dalam statment Zudan, pihaknya merasa ditipu oleh petugas pada saat melakukan kunjungan ke Discapil Kota Cirebon. Saat itu di Kota Cirebon, kata Zudan, masih ada 23.000 blanko e-KTP yang disimpan. 

"Saya sidak ke Kota Cirebon. Saya menyamar sebagai pemohon. Resepsionis mengatakan, 'Pak bapak disini rekam paling banter dapat surat keterangan'. 'Loh kenapa begitu?' 'Ia blankonya sudah sejak setahun belum dikirim," kata Zudan dalam jumpa pers di Kantor Kemendagri, di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Sanusi, terkait dengan kelankaan dan kekurangan blanko E-KTP, menjelaskan bahwa pihaknya masih kekuranga blanko. "Kita dari penerimaan yang dulu sampe sekarang, baru 6000 keping blanko. Itu untuk PRR. Belum diprint. Dari 6000 blanko kita sudah cetak," kata dia saat ditemui di ruangannya.

Dikatakan, dengan demikian, masih kekurangan blanko lebih banyak lagi untuk memenuhi permintaan pembuatan KTP masyarakat. "Yang 6000 yang sudah diterima, sudah habis sampai sekarang. Jadi kita butuh 28 ribu lagi," kata dia.

Pihaknya sudah mengajukan kekurangan tersebut. "Kita juga sudah ajukan ke kementrian dan Disdukcapil 28 ribu blanko. Untuk PRR, untuk Suket, sekitar 23.225, KTP yang hilang dan rusak. Serta perubahan status," kata dia.

Tapi hingga sekarang, belum ada kabar yang jelas kapan ajuan yang pihaknya ajukan terealisasi. "Kita juga belum ada kabar dari ajuan kami itu hingga sekarang, sekarang masih menunggu," kata dia.

Menanggapi hal itu, pihaknya hanya bisa menunggu. Menurutnya, hal itu, tergantung kebijakan dari kebijakan kementerian dan Disdukcapil. "Katanya sih akan direalisasi pada Bulan September. Tapi tanggalnya belum jelas kapan-kapannya," kata dia.

Meskipun demikian, Surat Keterangan (Suket) juga bisa menjadi alternatif. "Karena kegunaannya juga sama. Setiap harinya, ada sekitar 150 Suket kita bikin di sini. Bahkan lebih dari 200," kata dia. (kim)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Kadisdukcapil Tantang Dirjen Dukcapil"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus