Gerakan Radikal Masih Subur

MAJALENGKA - Peristiwa tertangkapnya terduga teroris bernama Imam Mulyana asal desa Burujul Wetan kecamatan Jatiwangi kabupaten Majalengka di Cirebon kemarin cukup mengejutkan warga Majalengka. Bahkan, keluarga besar Ansor juga mengecam aksi tersebut.
gp ansor kecam terorisme asal majalengka
Pengurus GP Ansor Majalengka. Foto: Hasan/Rakyat Cirebon
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor), Ahmad Cece Ashfiyadi merasa prihatinan dan kecewa atas terduga teroris yang berasal dari daerahnya. 

"Kami sangat terkejut dan kecewa untuk kesekian kalinya warga Majalengka ada yang terduga teroris," jelas Cece didampingi Ketua Kaderisasi Aan Subarhan di Kantor PC NU Majalengka, Selasa, 19/9).

Pria yang juga Alumni PMII Situbondo ini juga mengaku, heran ada apa dengan Majalengka, sehingga kota yang tenang ini ternyata menghasilkan beberapa tokoh yang terduga teroris. 

"Sebenarnya ada sistem yang salah atau memang ada kekurang siagaan dari seluruh unsur  masyarakat di Majalengka ini," katanya.

Menurut Cece, dengan berbagai indikator tersebut menunjukan adanya kelemahan pemangku kebijakan di Majalengka. Sehingga kurang maksimal dalam melakukan pendampingan dan pembinaan kehidupan beragama di Majalengka. 

"Mungkin ini harus jadi intropeksi kita bersama, khususnya Pemkab Majalengka yang menurut kami kurang maksimal membina kehidupan beragama warganya. Bisa kita lihat selama ini bantuan keagamaan untuk lembaga-lembaga pendidikan agama dan organisasi keagamaan masih minim. Bahkan, untuk organisasi keagmaan sudah beberapa tahun ini tidak ada," jelas Cece yang juga pengasuh Ponpes Al Bukhori Garawangi - Sumberjaya ini.

Selain itu, ia juga mengatakan, peristiwa ini bisa dijadikan cermin kalau ternyata gerakan radikal di Majalengka ini masih tumbuh subur. Sehingga perlu ketegasan dari pemkab Majalengka maupun aparat keamanan menindaknya. 

"Ini bukti nyata kalau Majalengka menjadi lahan subur bagi kaum radikal. Karena itu, pemkab dan aparat harus berani membubarkannya. Apalagi pasti pemkab dan aparat sudah punya datanya," ujar Staf Ahli Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

Diakhir komentarnya, Cece mengajak, masyarak Majalengka khususya pemkab dan aparat untuk waspada dan pintar memilih pola pendidikan keagamaan dan organisasi keagamaan yang harus menjadi mitranya. 

"Mungkin sudah saatnya warga Majalengka khususnya pemkab dan aparat lebih dekat lagi dengan NU. Karena NU, sudah teruji tidak radikal dan sangat menjaga keutuhan NKRI ini. Jadi, ayo ber-NU semuanya, biar aman, damai dan sejuk," ajaknya dengan tersenyum.

Selaras dengan Cece, Komandan Satuan Koordinator Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Dansatkorcab Banser) Wahyudin mengintruksikan seluruh anggota Banser untuk tetap waspada dan tidak pernah takut menghadapi gerakan radikalisme maupun terorisme. 

"Seluruh Banser di Majengka harus terus waspada dan siap menghadapi radikalisme dan terorisme di wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Pria asal Cikijing ini juga mengungkapkan kekesalannya terhadap terduga teroris yang sudah mencemarkan nama baik Majalengka. 

"Kami sangat geram, kalau boleh bergerak kami Banser akan melakukan sweeping ke setiap ormas yang sudah terindikasi radikal," ungkapnya dengan nada tinggi.(hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Gerakan Radikal Masih Subur"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus