BPBD Cek 6.253 Jiwa yang Alami Krisis Air Bersih

MAJALENGKA – Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Majalengka, Yayat Nurhidayat mengatakan, sebanyak 27 desa/kelurahan yang tersebar di sembilan kecamatan di kabupaten Majalengka, dilaporkan mulai mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.
Warga Bantrangsana kecamatan Panyingkiran antre air bersih. Foto: Hasan/Rakyat Cirebon
Daerah yang mulai mengalami kekurangan air bersih tersebut terutama berada di kawasan utara Kabupaten Majalengka, seperti Kecamatan Ligung, Kertajati, Jatitujuh, Kadipaten dan Palasah. Sedangkan di kawasan Selatan baru sebagian kelurahan/desa yang berada di wilayah Kecamatan Bantarujeg.

Selain itu, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh kepala desa/lurah, saat ini ada 27 desa/kelurahan yang mulai mengalami kesulitan air bersih sebagai dampak musim kemarau.

Meski demikian, kata Yayat, pihaknya belum dapat memastikan apakah daerah yang dipalorkan itu benar-benar dalam kondisi  kekurangan air bersih. Sebab, untuk memastikan kebenaran dari laporan yang disampaikan oleh setiap daerah,pihaknya belum melakukan pengecekan secar menyeluruh.

“Dua puluh tujuh desa/kelurahan itu tersebar di sembilan wilayah kecamatan,dengan jumlah  warga terdampak sebanyak 6.253 jiwa. Kalau dari laporanya  warga  di daerah itu mulai krisis air bersih, tetapi masih perlu dilakukan croscek  sebelum dilakukan penanganan,” katanya.

Dijelaskanya, berdasarkan crosscek yang telah dilakukan pihaknya, baru kelurahan Leweunghapit, Kecamatan Ligung yang sudah dipastikan mengalami krisis air bersih. Di wilayah tersebut diketahui  ada tiga blok yang warganya mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

“BPBD telah mengambil tindakan untuk Desa Leweunghapit dengan mengirim bantuan air bersih. Sedangkan, untuk desa lainya masih dalam tahap pengecekan. Bila laporan yang disampaikan sesuai maka tindakan yang sama juga akan dilakukan,” jelasnya.

Berdasarkan  laporan yang masuk ke BPBD Majalengka,di kecamatan Ligung diporkan ada dua desa/kelurahan yang mengalami krisis air bersih. Leweunghapit dan Kedung Kencana.

Sementara untuk Kecamatan Kertajati ada enam desa/keluarahan, yakni Mekarjaya, Sukakerta, Babakan, Pasiripis, Paku Bereum dan Kertawinangun. 

Di Kecamatan Palasah tiga desa, yakni desa/keluarahan Palasah, Panjalin Kidul dan Sepat. Kecamatan Bantarujeg  masing-masing desa/kelurahan Cinambo, Cikidang, Gununglarang dan Silihwangi.

Krisis air bersih juga dialami warga di kelurahan Babakan Jawa, Cibodas dan Indangkasih. Sedangkan untuk kecamatan Jatitujuh, ada enam desa/kelurahan. Yakni, Pangkalan pari, Jatitujuh, Jatitengah Putridalem, Babajurang dan Sumber Kulon.(hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "BPBD Cek 6.253 Jiwa yang Alami Krisis Air Bersih"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus