Bila Masih Petahana, Hanura Ogah Bergabung

CIREBON - Terbentuknya koalisi baru ternyata sudah diketahui oleh partai Hanura. Tetapi, alih-alih menyiapkan posisi, Hanura justru memilih untuk tidak bergabung pada koalisi baru tersebut.
hanura tidak beri tahu deklarasi poros bari pilbup cirebon
HM Yatsawi (tengah) usai mendaftar Bacawabup Cirebon ke PKB. dok. Rakyat Cirebon
Ketua DPC Hanura Kabupaten Cirebon, HM Yatsawi SH kepada Rakcer, Minggu (24/9) menyebutkan dirinya memang sudah sejak awal membicarakan poros baru dengan Partai Bulan Bintang serta Partai Demokrat. Akan tetapi, dia menegaskan saat terciptanya deklarasi tersebut, Hanura tidak diberikan informasi.

"Saya tidak mengetahuinya (deklarasi poros baru, red). Saya memang sempat berbincang dengan PBB maupun Demokrat tetapi untuk arah koalisi, kita belum berbicara satu sama lain," tegas Yayat, sapaan akrab Yatsawi.

Dijelaskannya juga, pembentukan poros baru tersebut merupakan salah satu langkah untuk mengusung calon lain dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Cirebon tahun 2018 mendatang. Artinya, Yayat melihat nantinya akan ada lebih dari dua pasangan calon.

"Kita hitung saja PDIP sudah sebelas kursi, PKS dan Gerindra sebelas kursi, poros baru ini juga sebelas kursi dan sisanya masih ada 17 kursi yang masih mungkin membentuk koalisi juga. Kalau melihat hitungan itu, maka jumlah calon akan menjadi empat," tambahnya.

Disinggung mengenai langkah Hanura, Yayat menyebutkan masih menunggu instruksi dari DPD maupun DPP. Dengan kata lain, kata dia, Hanura masih berpeluang untuk bergabung dengan koalisi manapun.

Termasuk dengan PDIP, Yayat menyebutkan hal itu bisa saja terjadi selama adanya instruksi dari pimpinan partai pusat. Namun, dirinya memberikan bocoran mengenai hal yang bisa membuat Hanura bergabung dengan PDIP.

"Saya kira kalau PDIP memberikan rekomendasi kepada petahana, maka Hanura tidak akan bergabung. Sebaliknya, apabila rekomendasi bukan ke petahana, maka Hanura kemungkinan bergabung. Bisa dibilang, sikap kita akan menunggu turunnya rekomendasi PDIP seperti apa dan ke siapa," terangnya.

Pun demikian sikap partai lain, Yayat menilai koalisi yang saat ini sudah terbentuk akan berubah setelah rekomendasi PDIP muncul.

"Kalau memang petahana yang direkomendasi, bukan tidak mungkin PDIP akan menjadi musuh bersama. Kita lihat saja nanti karena kita akan bersiap dan bersikap jika sudah waktunya. Sekarang, kita akan fokus penguatan internal terlebih dahulu sambil menunggu perkembangan politik di depan," ujarnya.

Namun, Yayat mengatakan andai saja boleh memilih, dirinya lebih sreg untuk bergabung ke Koalisi Seduluran.  Meski begitu, dinamika di daerah bisa saja berbeda, oleh karena itu selama belum ada perintah dari DPP. Sah-sah saja ia menjalin komunikasi dengan partai manapun. 

“Kalau melihat peluang memang lebih besar dengan gabung ke Koalisi Seduluran. Sampai saat ini pun saya intens komunikasi dengan PKB. Dibuktikan dengan saya mendaftar,” jelasnya.

Sementara, sejauh ini PKB belum mau mengunci sejumlah partai untuk mau gabung dengan koalisi seduluran. “Kita memang belum mendeklarasikan, kalau yang lain sudah ya kami hormati. Kalau PKB masih menunggu perkembangan PDIP dulu, karena bandul permainan ada di sana,” jelas Ketua DPC PKB, Mohamad Luthfi. 

Meski begitu, kata Luthfi, PKB tidak takut ditinggalkan. Yang jelas, hal yang harus dilakukannya yakni bagaimana menajaga komunikasi yang sudah baik dengan parpol lain. “Komunikasi yang saya jaga, peluang-peluang itu ada. Bisa buat poros sendiri atau gabung ke koalisi yang lain,” imbuhnya. (yog/ari)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Bila Masih Petahana, Hanura Ogah Bergabung"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus