Berebut Rekom PDIP, Sunjaya-Tarmadi Adu Sakti

SUMBER – Bakal Calon (Balon) Bupati Cirebon dari PDI Perjuangan, H Tarmadi buka-bukaan soal pemanggilan oleh DPP PDIP bersamana bakal calon petahana dan Yayat Ruhyat.
bacabup cirebon lobi dpp pdip demi rekomendasi
Tarmadi (kiri) bertemu Hasto Kristiyanto. Foto: Ari/Rakyat Cirebon
Informasi yang dihimpun, tiga nama tersebut kini yang paling santer akan dipaketkan, paket pertama adalah Tarmadi-Yayat dan Sunjaya-Yayat. 

Beredar kabar Sunjaya sebagai kandidat dari unsure petahana kini mulai getol melobi tokoh penting DPP PDI Perjuangan begitu juga H Tarmadi. 

Keduanya sudah sempat bertarung berebut tiket tersebut pada pilkada tahun 2013 lalu, sehingga wajar jika saat ini kembali dua figur itu yang paling diperhitungkan. 

Kepada Rakcer, Tarmadi menjelaskan, pemanggilan di DPP, salah satu poinnya adalah mempertanyakan kondisi Kabupaten Cirebon saat ini. 

Kemudian sejauh mana kinerja kader petahana Sunjaya Purwadisastra dalam membangun dan menata daerah.  “Saya ditanya mengenai itu (kondisi daerah, red) juga kaitan dengan kecocokan,” paparnya.

Kecocokan tersebut, lanjut Tarmadi, yakni apakah dirinya ada chemistry jika dipasangkan dengan calon A atau B. Kecocokan itu menurutnya salah satu faktor yang penting, sehingga dalam memimpin mampu bersinergi dengan baik antara bupati dan wakilnya. 

“DPP melihat jika A dan B dipasangakan kemudian peluangnya seperti apa. Apakah ada kecocokan atau tidak, kemudian yang paling penting bisa bersinergi atau tidak,” tegas pengusaha tambak itu. 

Kaitan dengan rekomendasi PDIP, Tarmadi sangat percaya diri. Ia meyakini bahwa rekom akan jatuh ke tangannya. “Orang kan harus optimis, begitupun kaitan rekom insya Allah 100 persen saya dapat,” paparnya.

Sekalipun harus bersaing dengan petahana, Tarmadi mengaku tidak mau ambil pusing. Yang jelas, kata dia, lihat saja siapa yang akan direkom. 

Tarmadi menambahkan, beberapa orang yang diundang ke DPP, seperti Yayat Ruhyat, Petahana, dan bakal calon walikota Cirebon, bakal calon bupati dan wakil bupati Majalengka termasuk Kabupaten Kota lainnya di Jawa Barat. 

"Banyak, bukan hanya saya. Namun, Pak Yayat, petahana Sunjaya, Pak Bamunas calon walikota Cirebon, Pak Karna calon bupati Majalengka dan bakal calon Kabupaten/Kota lain se-Jawa Barat," jelasnya.

Menurut Tarmadi, rekom baru akan turun di bulan Oktober. Karena meskipun mekanisme di DPP sudah final, namun masih digodok siapa yang pantas mendapatkan rekom. 

"Saya kira DPP bisa objektif dalam memilih kandidat untuk Kabupaten Cirebon, saya berharap jangan dilihat dari survei saja melainkan survei langsung real yang ada dibawah saat ini," imbuhnya. 

Sementara itu, bakal calon bupati dari PDIP DR, Iis Krisnandar mengaku masih optimistis mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. 

Meski saat ini masyarakat ramai membicarakan antara H Tarmadi, H Sunjaya Purwadisastra serta Yayat Ruhyat yang mendapatkan rekomendasi. 

Namun Iis mengungkapkan, selama rekomendasi belum turun maka semua bacabup statusnya sama. Jika dirinya tidak mendapatkan rekomendasi, maka dirinya tidak akan mempermasalahkan.

“Selama rekomendasi belum turun saya masih optimistis. Saya sendiri mengharapkan rekomendasi turun kepada calon yang memiliki kecerdasan emosional dan intelektual, kemudian dia juga memiliki pengetahuan dan pengalaman serta punya moral dan perilaku yang bagus. Bukan berarti calon yang dimaksud adalah saya, tapi saya harap rekomendasi turun kepada seseorang yang memiliki kriteria seperti itu,” ujar Iis kepada wartawan.

Iis menambahkan, saat ini masyarakat sudah cerdas untuk menentukan pilihan hatinya saat pilkada, meski politik uang masih marak di mana-mana.

“Rata-ratanya kan mereka itu tahu ada politik uang dan ada juga yang diterima, tapi banyak juga kok di antara mereka yang memilih sesuai hati nurani. Uang bukan segalanya saat ini,” katanya.

Menurutnya, dirinya bersyukur jika mendapatkan rekomendasi. Namun, kalau tidak dapat rekomendasi dirinya akan memilih sesuai hati nurani.

“Sebagai ASN kan saya tidak bisa mempengaruhi seseorang, kepada keluargapun saya tidak akan mengajak siapa yang harus dipilih. Dan, jangan salah, jika ada ASN yang saat ini seolah sudah berkampanye dengan mengajak untuk memilih seorang calon meski belum masuk tahapan pilkada, tapi hal ini nanti bisa dipidanakan kalau sudah masuk tahapan pilkada,” katanya. (ari/yog)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Berebut Rekom PDIP, Sunjaya-Tarmadi Adu Sakti "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus