Banyak Hydrant Loyo, PDAM Minta Maaf

KESAMBI – Lamanya pemadaman api pada saat kebakaran hebat yang melanda sejumlah rumah dan toko (ruko) di Jalan Pekiringan Kota Cirebon, Minggu (10/9) pagi, disinyalir karena banyaknya hydrant atau saluran air untuk pengisian mobil pemadam kebakaran, tak berfungsi.
 hydrant pengisian mobil pemadam kebakaran tak berfungsi
Petugas pemdam kebakaran isi air dari hydrant. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Persis hanya ada beberapa hydrant yang berfungsi maksimal. Makanya, sejumlah mobil damkar pada saat pemadaman, terlihat mengantre di beberapa titik hydrant. Misalnya di Jalan Pemuda dan Jalan Cipto. Kondisi itu serupa ketika kebakaran hebat melanda komplek TNI AD di Jalan Sutomo pada 2013 silam.
Kasi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Investigasi Pemadaman pada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cirebon, Ahmad Wahyudi mengakui, di Kota Cirebon ada sekitar 170 titik hydrant yang tersebar di beberapa ruas jalan. Namun demikian, sedikit yang bisa berfungsi maksimal.
“Sebetulnya bukan tidak berfungsi. Semua hydrant ada airnya, tapi sebagian besar tekanannya tidak tinggi. Hanya di beberapa titik hydrant yang tekanan airnya tinggi. Misalnya di Jalan Pemuda dan Jalan Cipto,” ungkap Ahmad.
Ia menambahkan, banyaknya hydrant yang tidak bisa berfungsi maksimal, disebabkan beberapa hal. Salahsatunya distribusi air Perusahaan Air Minum (PAM) yang memang belum merata. “Makanya kita nanti akan berkoordinasi dengan PAM untuk hal itu,” katanya.
Diakui Ahmad, minimnya hydrant yang memiliki tekanan air tinggi, menjadi sala satu hambatan pihaknya dalam bertugas ketika terjadi kebakaran yang relatif besar. Karena untuk mengisi mobil damkar berkapasitas 3.000 liter saja, butuh waktu lebih dari setengah jam, bila pada hydrant yang bertekanan air rendah. “Kalau tekanan airnya tinggi bisa cepat, sekitar 15-20 menit juga bisa penuh,” katanya.
Sementara terpisah, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sopyan Satari SE MM mengakui, tekanan air di sebagian besar hydrant yang ada di Kota Cirebon tidaklah tinggi.

“Di pipa sih ada airnya. Hanya tidak bisa naik karena tekanannya tidak tinggi. Sehingga ketika hydrant dibuka, airnya tidak bisa naik,” ungkap pria yang akrab disapa Opang itu, saat ditemui di ruang kerjanya.

Diakui Opang, hanya beberapa hydrant yang memiliki tekanan tinggi. Diantaranya di Jalan Cipto, Jalan Pemuda, Jalan Veteran, Jalan Kartini, Jalan Wahidin, dan kawasan Perumnas. “Yang tekanannya besar itu area di dekat pipa induk,” kata dia.

Atas hal itu, Opang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Cirebon. Dikatakannya, hydrant yang ada di kawasan Jalan Pekiringan memang memiliki tekanan air rendah.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat Kota Cirebon, karena sampai saat ini kami belum melayani secara merata selama 24 jam. Dan kebetulan wilayah tersebut (Jalan Pekiringan, red) tidak mendapatkan aliran air dengan tekanan tinggi untuk hydrant,” katanya.

Di sisi lain, Opang menyampaikan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) bisa menggunakan alternatif solusi dengan memanfaatkan air yang ada di kolam oksidasi, baik di Kesenden maupun Perumnas. 

“Kolam oksidasi itu airnya bisa diambil, baik yang di Perumnas maupun di Kesenden, sebagai alternatif,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Banyak Hydrant Loyo, PDAM Minta Maaf"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus