Warga Tagih Janji Pengusaha Batubara

LEMAHWUNGKUK - Bukan hanya menagih janji Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon, masyarakat juga mempertanyakan janji dari para pengusaha. 
janji pengusaha batubara tidak ditepati
Truk melintas di dekat jaring penahan debu batubara. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Ketua RW 2 Pamujudan Kelurahan Panjunan, Sumarsono menerangkan bahwa pada saat aktivitas bongkar muat dibuka kembali, para pengusaha batubara berkomitmen bahwa mereka akan memperhatikan warga sekitar pelabuhan.

"Kami tinggal di sekitar pelabuhan mas, tentu aktifitas didalamnya menuai dampak, maka kami yang kena dampaknya, makannya dulu itu para pengusaha berjanji akan memperhatikan masyarakat sekitar," ungkap Sumarsono kepada rakcer.

Mengenai beberapa komitmen yang telah dilontarkan para pengusaha, lanjut dia, sedikitnya ada tiga point penting yang memang jika dilihat dari isi setiap pointnya, tiga hal tersebut pada dasarnya adalah bentuk perhatian dan tanggung jawab para pengusaha batu bara terhadap warga masyarakat sekitar.

Pertama, komitmen para pengusaha adalah mereka akan secara kontinyu melakukan penanganan terhadap debu batu bara sehingga tidak sampai mengganggu dan menjadi keluhan warga sekitar.

Kedua, para pengusaha akan mengutamakan tenaga kerja dari warga sekitar pelabuhan dan ketiga, mereka akan memberikan perhatian sosial berupa kompensasi kepada masyarakat.

Namun dari ketiga hal tersebut, Sumarsono memandang tidak terlihat keseriusan dari para pengusaha batu bara, terbukti dengan masih banyaknya keluhan-keluhan dari warga terkait debu batu bara yang sampai ke rumah-rumah.

"Sejauh mana mereka bisa berkomitmen, kita mempertanyakan itu mas, debu masih saja jadi keluhan, tenagak kerja tetap saja warga kita masih belum di prioritaskan," jelas Sumarsono.

Sementara itu, Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon, M Dany Jaelani menuturkan bahwa terkait keluhan warga soal debu, pihaknya sudah berusaha maksimal penanganannya.

Namun mengenai para warga yang juga mempertanyakan komitmen para pengusaha batu bara, seharusnya segera ada payung hukum yang mengikat komitmen tersebut. 

Sebagaimana diketahui, payung hukum yang bisa mengikat komitmen para pengusaha dalam bentuk Coorporate Social Responsibility (CSR) adalah Peraturan Daerah (Perda) tentang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan.

"Kalau penanganan saat ini kita terus lakukan, bahkan sejak sebelum adanya keluhan tapi untuk pertanyaan soal komitmen para pengusaha, seharusnya segera dibuat payung hukum, TJSL itu, supaya jelas aturan mainnya," kata Dany. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Warga Tagih Janji Pengusaha Batubara "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus