Warga Setrayasa: Kota Cirebon Harga Mati

CIREBON – Di tengah kisruh batas wilayah administratif antara Kabupaten dan Kota Cirebon yang menjadikan warga Pilang Setrayasa ikut terlibat di dalamnya, suasana berbeda terlihat pada puncak perayaan HUT RI ke 72 di RW 10 Pilang Setrayasa, Kelurahan Sukapura, Kota Cirebon.
warga setrayasa tetap tolak masuk kabupaten
Warga Setrayasa peringati HUT RI. Foto: Suwandi/Rakyat Cirebon
Akhir pekan lalu, dalam rangka memperingati HUT RI, ratusan warga Pilang Setrayasa menggelar aneka kegiatan dan lomba Agustusan hingga mendatangkan band asal Ibu Kota, DeRama. 

Seperti tak ingin larut dalam permasalahan tapal batas wilayah, warga Setrayasa tetap menikmati suka cita bersama dalam keceriaan.

Panitia Kegiatan, Ucup Kosasih menjelaskan, aneka kegiatan yang digelar atas inisiasi warga itu mampu menyedot perhatian sejumlah kalangan. Tak hanya dihadiri ratusan warga kompleks, sejumlah pejabat dan tokoh publik dari Kota Cirebon turut  hadir.

Misalnya, tutur Ucup, Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno, Mantan Wali Kota Cirebon, Subardi, Lurah Sukapura, Yuki Maulana, Fifi Sofiah dan drg Heru Purwanto yang digadang akan maju dalam pilwalkot Cirebon 2018, juga hadir. Ucup menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali dihadiri banyak tokoh.

“Inti kegiatan diatas rasa syukur atas perhatian pemerintah Kota Cirebon terhadap warga Setrayasa yang selama ini kurang lebih 30 tahun menginduk secara administrati masuk Kota Cirebon makanya dengan kehadiiran tamu - tamu tersebut di atas kami warga Sertraya tetap jadi warga Kota Cirebon,” ungkapnya.

Ditambahkan, apapun keputusan dari Kemendagri tentang status wilayah secara administratif, mewakili warga Setrayasa yang lainnya, Ucup mengucapkan terima kasih pada Kota Cirebon. Pasalnya, selama kurun waktu 30 tahun, warga Setrayasa mendapat fasilitas dari pemerintah Kota Cirebon.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cirebon Fraksi PDIP, Fitria Pamungkaswati berharap, warga Pilang Setrayasa tetap menjaga kekompakan dalam segala hal. Meski dalam situasi yang  belum menentu, Fitria meyakini warga Pilang Setrayasa tetap bisa bertahan. 

“Dengan adanya momen memperingati HUT RI ke 72, saya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena  sekarang warga komplek menjadi lebih kompak lagi. Dengan semangat ini, semoga pemerintah kota bisa memperjuangkan warga Setrayasa agar tetap di kota,” singkatnya.  (wan)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Warga Setrayasa: Kota Cirebon Harga Mati"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...