Sumardi: PPDB Seperti Lingkaran Setan

KEJAKSAN – Kontroversi jebolnya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, menimbulkan dugaan keterlibatan anggota DPRD Kota Cirebon. Pasalnya, desakan dari lembaga legislatif agar walikota mengambil kebijakan pemberlakuan “jalur offline” dituangkan dalam surat rekomendasi resmi.
bk dprd kota cirebon buka pengaduan ppdb
Ketua BK DPRD Kota Cirebon Sumardi. dok. Rakyat Cirebon
Atas hal itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cirebon, H Sumardi menyatakan, pihaknya membuka diri apabila ada elemen masyarakat yang ingin mengadu atau melapor berkaitan dugaan keterlibatan anggota dewan dalam titip menitip siswa baru. Terlebih bila ada yang dinjanjikan sesuatu dengan komitmen tertentu.

“BK DPRD membuka diri, silakan kalau mau ada yang laporan. Tapi kalau tidak ada laporan, kita tidak bisa bergerak. Kalau ada, kita akan proses,” ungkap Sumardi, kemarin.

Namun demikian, Sumardi meyakini, tidak akan ada komponen masyarakat yang melapor. Pasalnya, mereka yang berkepentingan dengan PPDB jalur offline juga tidak akan berani berkoar-koar. “Apalagi kalau titipannya sudah masuk. Makanya saya bilang persoalan ini seperti lingkaran setan,” kata dia.

Di sisi lain, disinggung mengenai desakan beberapa elemen untuk Komisi III DPRD memanggil walikota guna meminta penjelasan soal jebolnya PPDB, Sumardi yang juga anggota Komisi III menyerahkan hal itu ke pimpinan DPRD.

“Silakan pimpinan yang berwenang. Yang pasti, walikota didesak banyak pihak, sampai-sampai mengambil kebijakan itu,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Terpisah, berdasarkan pantauan wartawan koran ini di beberapa SMP Negeri yang mengalami overload jumlah siswa maupun rombongan belajar (rombel), suasana belajar terlihat terganggu. Betapa tidak, di dalam satu ruang kelas, jumlah siswa melebihi kapasitas normal dan ketentuannya.

Di SMPN 1 Kota Cirebon misalnya. Satu rombel untuk kelas XII diisi 42 siswa. Angka itu jauh dari ideal, kisaran 32 siswa. Tak hanya itu, jumlah rombel juga bertambah. Ideal berdasarkan ketentuannya 8 rombel, tapi karena adanya ratusan siswa baru titipan via jalur PPDB offline, terpaksa tambah 3 rombel.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi di SMPN 5 Kota Cirebon. Di sana, ada 3 ruang kelas tambahan yang digunakan. Masing-masing kelas terdapat 40 siswa untuk kelas VII. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Sumardi: PPDB Seperti Lingkaran Setan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...