Sah, Tiga Parpol Usung Azis

CIREBON – Sesuai dengan prediksi Rakyat Cirebon, poros koalisi petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH akhirnya terbentuk. Tiga partai politik (parpol), yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah berikrar membangun Koalisi Cirebon Maju (KCM).
pks pkb dan demokrat dukung azis maju di pilwalkot cirebon
Deklarasi Koalisi Cirebon Maju. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Berbeda dengan koalisi “432” yang digawangi Partai Golkar, Partai Hanura dan PPP yang membangun kesepakatan mendukung bos Grage Group, H Bamunas S Boediman secara diam-diam, deklarasi kesepakatan poros KCM justru terbuka untuk diliput sejumlah media massa, di salah satu hotel di Jalan Cipto MK, kemarin sore.

“Koalisi ini didasari oleh semangat bersama untuk Kota Cirebon lebih baik lagi kedepannya. Di samping juga karena pada bae demene (sama saja sukanya, red),” ungkap Azis, saat jumpa pers usai penandatanganan deklarasi KCM.

Dalam koalisi itu, ketiga parpol bersepakat akan mengusung dan mendukung Azis sebagai calon walikota di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang. Namun demikian, Azis tetap rendah hati. Hal itu bisa saja berubah apabila hasil survei dirinya tak memungkinkan untuk diusung sebagai calon walikota.

“Di sini bersepakat mengusung Nasrudin Azis sebagai calon walikota pada pilkada tahun depan. Tapi ini bukan harga mati. ‎Bisa saja berubah, kalau hasil survei kurang bagus. Yang pasti, kita mempersiapkan calon pemimpin. Makanya menyiapkan kendaraan yang mantap dan kokoh, tidak bocor, untuk kendaraan itu menghantarkan calon pemimpin,” tuturnya.

Politisi yang juga ketua DPC Partai Demokrat itu menyampaikan, setelah deklarasi KCM, ketiga parpol itu akan bersama-sama silaturahmi ke masing-masing kepengurusan parpol tingkat Jawa Barat dan pusat secara bergiliran.

“Kami akan menghadap dan menyampaikan, bahwa telah terjadi koalisi yang solid. Walau secara informal, di provinsi dan pusat sudah tahu. Tapi kita juga perlu memohon restu dan dukungan. Satu persatu partai akan kita datangi bersamaan,” terangnya.

Tak hanya itu, untuk menentukan bakal calon wakil walikota juga KCM akan melakukan survei bersama. Azis menegaskan, KCM didasari pada komitmen yang kuat dan solid.

“Sejak hari ini (kemarin, red) kita menamakan Koalisi Cirebon Maju. Segala hal berkaitan dengan kerja politik, atas nama untuk KCM. Termasuk survei juga akan dilakukan bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H Karso menyampaikan, antara PKS dengan Partai Demokrat dan PKB memiliki kesamaan perspektif dalam membangun Kota Cirebon kedepan lebih baik. Dalam menyikapi Pilwalkot 2018 juga ketiganya punya niatan baik yang sama.

“Setiap kami menjalin komunikasi, ternyata harapan kami sama. Kami punya niatan yang sama. Sehingga harus dibentuk wadah koalisi. Karena partai ini tidak bisa mengusung sendiri,” katanya.

PKB sendiri memutuskan untuk membangun koalisi bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat guna mengusung petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH di Pilwalkot Cirebon 2018 mendatang.

Parpol pemilik dua kursi di DPRD Kota Cirebon itu memiliki beberapa pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan poros koalisi petahana. “Dari awal PKB sudah menyatakan akan mengusung Pak Azis jadi walikota lagi. Alhamdulillah bersama PKS dan Partai Demokrat punya kesamaan,” kata Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Suyogo.

Menurutnya, Azis merupakan politisi yang memiliki karakter baik. Terlepas dari beberapa kekurangan yang dimilikinya. Suyogo menilai, Azis sudah membuktikan memiliki jiwa besar dalam memimpin.

Misalnya, ketika di Pilwalkot 2013 lalu, meski berstatus sebagai ketua DPC Partai Demokrat, Azis tak egois dan bersedia jadi calon wakil walikota bersama Drs Ano Sutrisno MM (alm).

“Pak Azis punya akhlak yang baik. Saat 2013, Partai Demokrat jadi partai pemenang (pemilu 2009), tapi mau jadi wakil sama Pak Ano. Pak Azis punya karakter Cirebon-nya.‎ Beliau tidak punya sifat takabur. Dengan akhlak seperti ini, insya Allah akan dimudahkan. Makanya kita juga ambil nama Koalisi Cirebon Maju (KCM),” terangnya.

Sementara itu, Azis sendiri menyatakan, KCM tak akan menutup diri terhadap kemungkinan parpol lain yang ingin bergabung. Yang paling dekat dengan pintu KCM yang terbuka lebar itu, ada Partai Gerindra dan Partai Nasdem.

Kedua parpol tersebut sebenarnya punya kedekatan dengan Azis, hanya saja ada beberapa hal pertimbangan yang belum selesai, sehingga mereka belum bergabung.

“Kalau ada yang masuk lagi, kita buka pintu seluas-luasnya. Karena sebetulnya prediksinya sudah dibuat sama media massa. Insya Allah prediksi media (pemberitaan Rakyat Cirebon edisi Senin kemarin, red) tidak beda jauh. Yang ada gambarnya sangat memungkinkan. Maksudnya Gerindra dan Nasdem kan?” tuturnya.

Di sisi lain, Azis berharap, Pilwalkot 2018 mendatang diikuti oleh lebih dari dua pasangan calon. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat lebih banyak punya pilihan calon pemimpinnya. Di samping itu, kalau hanya dua pasang misalnya, kerja-kerja politik akan terasa sangat melelahkan bagi dua pasang calon itu.

“Kami berharap agar masyarakat punya banyak pilihan terhadap calon pemimpinnya, bisa lebih dari dua pasang. Akan menguntungkan semua pihak kalau lebih dari dua pasang. Masyarakat banyak pilihan, calon juga tidak terlalu capek,” katanya (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Sah, Tiga Parpol Usung Azis "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...