PPDB Jebol Dipicu Rekom DPRD, Lili: Tak Perlu Panggil Walikota

KESAMBI – Derasnya desakan dari berbagai elemen untuk DPRD Kota Cirebon memanggil Walikota, Drs Nasrudin Azis SH guna memperjelas persoalan jebolnya PPDB tingkat SMP, ditanggapi santai Wakil Ketua DPRD, Lili Eliyah SH MM. Menurut Lili, langkah itu tak perlu dilakukan dewan.
surat rekomendasi dprd kota cirebon soal ppdb tanpa rapim
Surat rekomendasi DPRD Kota Cirebon soal PPDB. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon 
“Soal memanggil walikota berkaitan dengan jebolnya PPDB tingkat SMP, saya kira tidak perlu dilakukan,” ungkap Lili, saat ditemui di kawasan Jalan Pemuda, Minggu (6/8) kemarin.

Ia menambahkan, kalaupun Komisi III ingin melakukan langkah itu, dirinya secara pribadi tak keberatan. Pasalnya, kata Lili, ia tak ikut dalam praktik titip menitip siswa baru dalam PPDB lalu. 

“Kalau saya tidak keberatan. Tapi bagaimana dengan teman-teman (anggota dewan) yang lain?” katanya.

Namun demikian, Lili memahami kondisi sejumlah anggota dewan yang disebut-sebut ikut menitipkan siswa baru melalui PPDB jalur offline untuk tingkat SMP. “Hal itu karena adanya permintaan dari masyarakat,” kata politisi senior Partai Golkar itu.

Disinggung mengenai surat rekomendasi DPRD yang ditujukan kepada walikota berkaitan dengan PPDB, Lili mengaku, dirinya tak mengetahui persis. Pasalnya, tidak ada rapat pimpinan maupun dengan para ketua fraksi sebelum terbitnya surat rekomendasi itu.

“Tidak ada (rapat bersama). Karena saya sendiri saat itu sedang di luar kota. Silakan tanya ke ketua dewan untuk lebih jelasnya,” kata Lili.

Sementara itu, wartawan koran ini mendapati surat rekomendasi yang dimaksud dari sumber internal di DPRD. Dalam surat rekomendasi tertanggal 13 Juli 2017 itu, pada intinya DPRD memohon kepada walikota Cirebon untuk mengambil kebijakan dengan mengakomodir aspirasi masyarakat yang berkembang berkaitan dengan PPDB.

Surat rekomendasi dengan kop surat DPRD dan bernomor 421/415-DPRD itu bersifat penting, ditandatangani langsung Ketua DPRD, Edi Suripno SIP MSi disertai stempel ketua DPRD Kota Cirebon. Surat sakti itu ditujukan kepada walikota Cirebon.

Sebelumnya, beberapa hari lalu pada saat rapat kerja mengundang pejabat terkait di Dinas Pendidikan dan kepala SMP Negeri, beberapa anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon bersuara lantang mempertanyakan komitmen Dinas Pendidikan dalam menjalankan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP. 

Padahal, salah satu alasan yang bikin jebol PPDB dan masuknya ratusan siswa titipan adalah permintaan dari DPRD juga.

“Kita mempertanyakan komitmennya. Kita bahas dua malam berturut-turut (saat persiapan PPDB). Dengan harapan membangun pendidikan lebih baik lagi. Tapi di akhir, tetap juga terjadi tsunami (masuknya ratusan siswa titipan, red),” ungkap Anggota Komisi III, Fitria Pamungkaswati, dalam rapat bersama pejabat disdik dan kepala SMP Negeri.

Politisi yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menyayangkan, sistem PPDB yang sudah baik, akhirnya dilanggar. Regulasi berupa perwali juga ditabrak. Sedangkan disdik sendiri, kata Fitria, di awal pembahasan persiapan PPDB menyatakan akan komitmen. “Padahal sudah diatur (perwali). Waktu itu disdik bilangnya mau komitmen,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PPDB Jebol Dipicu Rekom DPRD, Lili: Tak Perlu Panggil Walikota"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...