Pegang Ucapan Nasrudin Azis, Gerindra Ikut Tolak Nasdem

CIREBON – Setelah PKS dan Partai Demokrat, melakukan penolakan terhadap Partai Nasdem bila ingin bergabung dengan Koalisi Cirebon Maju (KCM) juga disuarakan Partai Gerindra. Poros koalisi petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH itu beralasan, Partai Nasdem berada di luar irisan kekuatan politik nasional.
parpol koalisi cirebon maju tolak nasdem
Eman Sulaeman (kanan) salam komando dengan Nasrudin Azis. dok. Rakyat Cirebon
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cirebon, H Eman Sulaeman mengaku sependapat apa yang disampaikan Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat, Ayatullah Roni dan Ketua DPD PKS, H Karso berkaitan kemungkinan Partai Nasdem bergabung dengan KCM. Partai Gerindra menilai, resistensinya terlalu tinggi bila Partai Nasdem bergabung.

“Apa yang disampaikan Mas Roni dan Pak H Karso, itu benar dan kita sepakat. Saya pikir, kalau teman-teman (parpol KCM) menolak, kita juga sama,” ungkap Eman, kepada Rakyat Cirebon, Kamis (24/8).

Ia beralasan, selain karena resistensinya relatif tinggi, Partai Gerindra dan Partai Nasdem pada konstalasi politik nasional juga tidak berada pada satu garis yang sama. “Kita juga menyesuaikan konstalasi politik di pusat,” kata anggota DPRD Kota Cirebon periode 2009-2014 itu.

Eman menyatakan, KCM masih membuka pintu bagi parpol lain untuk bergabung. Tapi lagi-lagi, pihaknya akan mempertimbangkan menerima atau tidak parpol tersebut dari peta politik di level pusat.

“‎Kalau bertambah parpolnya, tidak masalah. Tapi kita juga harus lihat, tahun depan pilkada serentak sama pilgub juga. Jadi harus dilihat irisan di pusat dan Jabar juga,” tuturnya.

Di sisi lain, Eman menyampaikan, pihaknya sejauh ini masih memegang komitmen pernyataan Azis mengenai posisi calon walikota dan wakil walikota yang ditentukan oleh hasil survei bersama semua kandidat dari parpol peserta KCM.

“Sebentar lagi ada pembentukan desk pilkada di KCM. Kita akan tetap kawal apa yang disampaikan Pak Azis, bahwa untuk posisi E1 dan E2 masih berdasarkan hasil survei,” ujarnya.

Berbeda dengan empat parpol lain yang sudah bersepakat mengusung Azis sebagai calon walikota, Partai Gerindra masih berharap penentuan itu didasarkan pada hasil survei.

“Saya tidak tahu komitmen awal antara Partai Demokrat, PKS dan PKB seperti apa mengenai kesepakatan mengusung Pak Azis sebagai calon E1. Termasuk PAN yang sudah setuju itu juga,” kata Eman.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, Ayatullah Roni menilai, tren Partai Nasdem saat ini sedang mengalami penurunan. “Saya sepakat dengan Pak H Karso (ketua DPD PKS), kalau dengan Partai Nasdem resistensinya tinggi,” ungkap Roni.
Terlebih, kata Roni, belum lama ini Ketua Fraksi Nasdem di DPR RI, Victor Laiskodat melontarkan pernyataan tak patut. Victor menuding beberapa parpol, salahsatunya Partai Demokrat adalah parpol pro khilafah dan mendukung gerakan intoleran. “Elit kita tersinggung atas hal itu. Saya sendiri juga sama tersinggung atas tuduhan itu,” katanya.
Menurut politisi yang pernah duduk di DPRD Kota Cirebon pada periode 2009-2014 itu, secara personal Eeng Charli – sapaan akrab Eti Herawati ketua DPD Partai Nasdem, tak ada masalah dengan Partai Demokrat.

“‎Kalau secara person Bu Eeng tidak ada masalah. Cuma imej partainya itu lho. Kalau partainya (masuk KCM), saya tidak setuju. Kalau person Bu Eeng tidak masalah,” kata dia. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pegang Ucapan Nasrudin Azis, Gerindra Ikut Tolak Nasdem "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus