Parpol Koalisi Petahana Ngaku Kurang Sreg dengan Nasdem

CIREBON – Agresivitas PAN dengan bergabung ke Koalisi Cirebon Maju (KCM), tak hanya mengorbankan cita-cita Ketua DPD PAN, Dani Mardani SH MH berduet dengan Ketua DPC PDIP, Edi Suripno SIP MSi di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018, melainkan juga asa dari Partai Nasdem untuk gabung koalisi petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH itu.
koalisi cirebon maju tutup pintu untuk nasdem
Elit PKS Kota Cirebon makin lengket dengan Azis. Foto: Ist./Rakyat Cirebon
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini dari internal Partai Nasdem sendiri menyebutkan, sejumlah elit DPD Partai Nasdem Kota Cirebon pada Sabtu (19/8) lalu menyambangi sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Cirebon untuk membangun komunikasi politik.
Tapi tak disangka. Saat sejumlah elit DPD Partai Nasdem membangun komunikasi politik dengan DPC Partai Demokrat, datang para elit partai politik (parpol) elemen KCM. Ada ketua DPC PKB Suyogo, DPD PKS H Karso, Ketua DPC Partai Gerindra Eman Sulaeman dan Ketua DPD PAN Dani Mardani SH MH.
Kedatangan mereka sudah teragendakan, yaitu untuk menandatangani kesepakatan ulang masuknya PAN ke KCM. Tak lama mereka datang, pertemuan antara elit DPD Partai Nasdem dan DPC Partai Demokrat pun usai. Rombongan Partai Nasdem pergi dari DPC Partai Demokrat, KCM melangsungkan prosesi penandatanganan masuknya PAN ke koalisi tersebut.
Tak hanya itu saja. Partai Nasdem juga disebut-sebut beberapa elit parpol komponen KCM, telah kehilangan momentum sejak jauh-jauh hari. Ternyata, ketika Partai Demokrat, PKS dan PKB akan menandatangani kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) membentuk KCM, Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati juga ditawari untuk ikut bergabung. Tapi saat itu tak ada jawaban pasti.
“Kita datang ke DPC Partai Demokrat untuk membangun komunikasi politik. Ini hal yang wajar dilakukan. Memang kemarin (Sabtu, red) ada teman-teman dari KCM juga datang,” kata Eeng Charli – sapaan akrab Eti Herawati.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H Karso mengaku, pihaknya sudah membawa Walikota Azis untuk bertemu dengan elit DPW PKS Jawa Barat, Minggu (20/8). Langkah itu diambil PKS untuk membuktikan, bahwa parpol pemilik tiga kursi di DPRD Kota Cirebon itu solid dari daerah hingga pusat.

“Kami sudah membawa Pak Azis ke DPW untuk meyakinkan, bahwa kami dari bawah sampai atas itu solid. Kami juga sepakat mengusung Pak Azis di posisi calon E1 (walikota, red). Sedangkan untuk posisi calon E2 (wakil walikota, red), saya kira semua partai inginnya kader sendiri. Itu wajar,” ungkap Karso.

Namun demikian, Karso menegaskan, PKS akan menghormati dan komitmen untuk menjalankan mekanisme survei sebagaimana kesepakatan bersama untuk menentukan calon wakil walikota pendamping Azis. Apalagi masing-masing parpol komponen KCM punya kandidat bakal calon walikota dan wakil walikota hasil penjaringan.

“Tapi yang pasti mekanisme survei harus tetap dilaksanakan. Dan dalam waktu dekat kita akan menyusun desk pilkada, PKS akan kirim 5 nama untuk masuk desk pilkada,” kata dia.

Disinggung mengenai wacana kemungkinan bergabungnya Partai Nasdem ke KCM, Karso menyebutkan, pihaknya kurang sreg dengan parpol besutan Surya Paloh tersebut. Berbeda dengan PAN, di konstalasi politik nasional juga berada pada satu garis yang sama.

“Partai-partai (KCM) kurang sreg dengan Partai Nasdem. Resistensinya tinggi, saya sudah sampaikan itu. Makanya Partai Nasdem belum masuk. Kalau PAN, memang kita sudah oke. Kalau Partai Nasdem mau masuk, harus dibahas dulu secara bersama,” tuturnya.

Karso menegaskan, KCM akan segera menutup pintu bagi parpol lain untuk bergabung. Rencananya, pada awal September, KCM sudah tutup pintu. Setelahnya, pada pertengahan September akan diadakan deklarasi bersama KCM berbarengan dengan peringatan HUT Partai Demokrat.

“Kemungkinan awal September deadline-nya. Setelah itu kita akan tutup. Karena rencananya pertengahan September akan deklarasi bersama,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Parpol Koalisi Petahana Ngaku Kurang Sreg dengan Nasdem"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...