Mencari Tenaga Pemasaran

Oleh: Ardi Rosidin Abdullah 

BEBERAPA minggu ini ada satu pekerjaan yang nampaknya tidak terlalu berat, namun kenyataannya belum bisa dipenuhi. Beberapa proses yang telah dilakukan oleh bagian personalia untuk merealisir hal tersebut tidak cukup kuat untuk meneukan individu yang diharapkan. 
demam sea games
Ardi Rosidin Abdullah. dok. Rakyat Cirebon 
Mencari tenaga sales untuk melengkapi tim pemasaran yang Saya bentuk ternyata tidak semudah seperti yang diharapkan. Tidak sedikit kandidat muda yang ditemui tidak begitu familiar dengan tugas-tugas pemasaran, bahkan beberapa di antaranya sudah menyerah sebelum pekerjaannya betul-betul dilakukan. 

Dengan rasio angka lulusan pendidikan yang konon begitu besar dari tahun ke tahun ternyata proses rekruitmen untuk memilih tenaga pemasaran seringkali tidak sebanding dengan hasil yang diharapkan. 

Bahkan dari gosip yang beredar tidak jarang tenaga sales pada dunia perbankan hanya diisi oleh tenaga pemasar yang berpindah-pindah dari satu bank ke bank lainnya. Saat proses pencarian  sales kian berkejaran dengan target waktu yang ditetapkan. 

Saya mencoba mengalihkan perhatian dari tugas tersebut pada akhir pekan ini dengan menyaksikan laga sepak bola yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun TV nasional. 

Rasa penasaran serta hasrat yang didorong oleh nasionalisme memaksa diri dan mungkin jutaan orang lainnya mengalihkan ketegangan sehari-hari dengan ketegangan lainnya yang tersaji.       
    
Publik Nasional disuguhi siaran langsung pertandingan sepak bola dari ajang Sea Games Kuala Lumpur 2017 yang pada tanggal 26 Agustus mempertemukan Timnas Indonesia dan Malaysia pada laga semi final. 

Harapan besar dari publik pencinta sepak bola Nasional cukup besar mengingat sudah cukup lama timnas sepak Bola tidak meraih medali emas dari ajang ini. Permainan mengesankan yang didukung semangat tinggi dari para punggawa sepak bola nasional itu sayangnya belum berbuah manis. 

Memasuki menit-menit akhir menjelang pertandingan usai harapan seluruh masyarakat Indonesia untuk menyaksikan tim kesayangannya tampil pada laga final sirna saat timnas Malaysia berhasil memanfaatkan peluang sepak pojok menjadi menjadi sebuah gol satu-satunya pada pertandingan tersebut. 

Banyak pihak setuju bahwa pertandingan semi final yang tersaji antara Timnas Indonesia dan Malaysia pada ajang Sea Games kali ini merupakan sebuah pertandingan yang sangat menarik dan layak diapresiasi. 

Kedua tim menunjukan semangat bertanding serta sportifitas yang tinggi, sehingga jauh dari insiden yang tidak diinginkan seperti yang pernah dialami dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya. Kepemimpinan wasit dalam laga ini juga cukup baik. 

Sehingga terlepas dari rapatnya jadwal pertandingan Timnas sepak bola Indonesia yang sempat dikeluhkan oleh sang pelatih Luis Milla, inilah dunia sepak bola. 

Banyak hal bisa terjadi di lapangan, Timnas Indonesia yang sejak awal begitu gencar menekan serta memiliki kemampuan bertahan yang juga cukup tinggi harus menerima kenyataan bahwa Malaysialah akhirnya yang keluar sebagai pemenang.          
  
Masyarakat harus bisa menerima dengan besar hati bahwa Timnas Sepak Bola Indonesia telah menyuguhkan semangat tinggi serta kemampuan terbaiknya. 

Pada ajang yang sama masih banyak pula cabang pertandingan lain yang perlu diapresiasi oleh anak bangsa ini. Sekalipun perolehan medali dari ajang ini masih menempatkan Indonesia di urutan yang kurang membanggakan, namun sumbangan prestasi dari beberapa atlet yang berhasil menggaungkan Indonesia Raya di arena olah raga terbesar bagi bangsa di Asia Tenggara.

Ini merupakan buah perjuangan dan pengorbanan tidak ringan yang perlu memperoleh perhatian secara proporsional, baik dari segi sarana, pembinaan, kompetisi yang terlembaga dan berkelanjutan serta kesejahteraan atlet yang juga tidak bisa diabaikan begitu saja. 

Jangan sampai mencari atlet berprestasi dari negara yang begitu luas ini menjadi begitu sulit. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, jumlah penduduknya saja jauh lebih besar jika dibandingkan dengan empat besar negara peraih medali terbanyak di ajang Sea Games Kuala Lumpur 2017 ini. 

Bandingkan saja misalnya dengan Singapura yang jumlah penduduknya hanya berkisar sekitar enam juta jiwa. Kenyataannya prestasi atlet mereka pada ajang ini cukup besar hingga menempatkan negara ini pada urutan ketiga perolehan medali sementara.

Saat pertandingan usai Saya keluar rumah untuk sekedar melepas ketegangan sambil berharap bertemu tetangga lain yang mau diajak bicara membahas hasil pertandingan yang baru saja disaksikan. 

Tidak berapa lama kemudian betul saja seorang tetangga keluar dari rumahnya dan menghampiri. Namun pertanyaan yang terlontar dari mulutnya bukan soal pertandingan, tetapi justru urusan pekerjaan Saya yang belum terselesaikan.

“gimana mas, sudah dapat belum tenaga pemasaran yang dibutuhkan ?” “wah belum mas, masih nyari nih belum dapat” jawab Saya ringan. “oh begitu ya, mencari satu tenaga pemasaran saja sulit ya mas ? 

Apalagi mencari atlet yang bisa berprestasi di ajang internasional atau membentuk tim sepakbola Nasional yang juara” ujarnya. Sebenarnya Saya agak tersinggung dengan kalimatnya yang seolah meremehkan perjuangan luar biasa para atlet di ajang olah raga ini. 

Namun Saya tidak menanggapi kalimatya sekedar untuk menjaga perasaan orang yang mungkin saja tengah kecewa dengan hasil pertandingan yang diharapkan. Bisa jadi kebanggaan terhadap negaranya begitu tinggi, sehingga saat apa yang diharapkan tidak terwujud dia tidak dapat menahan perasaan kecewanya. (*)           

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Mencari Tenaga Pemasaran"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...