KSOP Tegur Pengusaha Batubara

LEMAHWUNGKUK - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon bereaksi keras pada pengusaha batubara. Hal ini lantaran debu sudah mulai bertebaran bahkan sampai ke pemukiman masyarakat.
pengusaha batubara ditegur ksop cirebon
Petugas semprotkan air di jalur keluar masuk batubara. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
KSOP dengan tegas pada pihak pengusaha untuk lebih memperhatikan SOP yang sudah ditetapkan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon, Rivolindo SH saat diwawancarai wartawan koran ini, kemarin.

Ia pun membenarkan bahwa keluhan-keluhan sudah masuk dan ditampung pihaknya, meskipun belum secara resmi dalam bentuk surat namun keluhan-keluhan banyak diterima KSOP.

"Memang benar, masyarakat sudah banyak yang menyampaikan keluhan secara langsung. Kami juga sudah mengumpulkan para pengusaha batu bara dan meminta mereka untuk lebih maksimal dalam menerapkan SOP yang ada," ungkap Rivo kepada rakcer.

Debu yang diterbangkan batubara, kata dia, tentu tidak akan jauh dari angkutan yang setiap hari berlalu lalang di Pelabuhan. 

Untuk itu, ia pun menekankan kepada para pengusaha dalam proses penyiraman truk sebelum keluar dari pelabuhan. Mengingat saat ini musim panas dengan angin kencang, sehingga memudahkan debu kering terbang ke pemukiman warga, meskipun sudah diupayakan pencegahan dengan memasang jaring.

Sampai saat ini, hasil pengawasan pihaknya kata Rivo, di lapangan masih berjalan seperti biasa, SOP masih dilakukan sebagaimana mestinya. 

Bahkan, jika ada satu hal yang melenceng dari keharusan, pihak KSOP langsung melayangkan teguran kepada pihak pengusaha batubara.

"Pengawasan tetap kita lakukan mas, cuma memang cuaca dan angin yang kencang tapi kita tepat melihat di lapangan, terutama di penyemprotan kendaraan sebelum keluar dan penyiraman jalan, kita tetap upayakan itu," jelas Rivo.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Panjunan kembali mengeluhkan banyaknya debu batubara yang berterbangan sampai ke pemukiman warga.

Bahkan, hampir setiap hari mereka harus membersihkan lantai rumahnya akibat debu yang terbawa angin. 

"Sejak hujan tidak turun, debu batubaranya sampai kesini lagi mas, saya harus menyapu debunya setiap pagi dan sore," keluh salahsatu warga di RW 10 Pesisir Selatan Kelurahan Panjunan. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "KSOP Tegur Pengusaha Batubara"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...