KSOP dan Pelindo Harus Tanggungjawab

KEJAKSAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon masih menunggu laporan dari masyarakat terakit debu batubara. Namun demikian, pihaknya sudah mendengar terkait debu batubara yang sudah mengganggu aktivitas warga sekitar

dprd kota cirebon tunggu laporan warga soal batubara
Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno. Foto: Asep/Rakyat Cirebon 
"Memang di lapangan kita dengar masyarakat kembali keluhkan banyaknya debu yang masuk pemukiman warga, saya dengar dari media soal itu mencuat kembali, tapi secara resmi ke kita belum ada laporan ataupun keluhan," ujar Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno SIP saat diwawancarai wartawan koran ini mengenai keluhan debu batubara yang kembali dirasakan warga. 

Menyikapi aktifitas bongkar muat batu bara di pelabuhan, kata dia, sampai saat ini DPRD masih tetap memegang komitmen yang sama, yakni menginginkan agar aktifitas bongkar muat batu bara ditutup dan tidak boleh beroperasi dengan alasan apapun.

Akan tetapi, penolakan DPRD justru berbeda dengan keinginan masyarakat saat dulu para pengusaha mengumbar janji akan memberikan berbagai macam bentuk kompensasi.

"Kalau kita, secara kelembagaan juga kita masih tetap konsisten menolak itu (aktifitas bongkar muat batu bara. Red), tapi kalau sudah begini agak sulit juga," tegas Edi. 

Meskipun demikian, ketua DPRD yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon tersebut pun meminta agar pihak Kantor Kesyahbandaran dan Operasional Pelabuhan (KSOP) dan juga PT Pelindo bertanggung jawab atas keluhan-keluhan yang dirasakan warga sekitar.

Karena keluhan tersebut berasal dari dampak adanya aktifitas bongkar muat batu bara yang dilakukan PT Pelindo sebagai operatornya. 

"Kalau sudah ada keluhan begini, KSOP dan Pelindo tentu harus bertanggung jawab terhadap segala potensi negatif yang diakibatkan oleh aktifitas bongkar muat batu bara, mereka harus melakukan pengawasan yang ketat dan seyogyanya mampu menjawab keluhan masyarakat," kata Edi.

Sebelumnya diberitakan rakcer, bahwa beberapa pengrus RW sudah mendapatkan banyak keluhan dari warganya terkait debu batu bara yang sudah masuk ke pemukiman dan rumah-rumah penduduk.

"Pada prinsipnya, masyarakat kami ingin lingkungan ini bersih dari debu, tapi nyatanya masih banyak debu yang sampai, bahkan masuk ke rumah-rumah warga, mereka mengeluh kepada pengurus RW," ungkap Sumarsono, ketua RW 02 Pamujudan kepada rakcer. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "KSOP dan Pelindo Harus Tanggungjawab"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...