Koalisi “432” Dukung Bamunas

CIREBON – Di tengah santernya wacana sejumlah partai politik (parpol) untuk membangun poros koalisi bersama petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH, tiga parpol parlemen berbeda justru telah mengambil sikap. Ketiganya yakni, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Persatuan Pembangunan.
jelang pilwalkot cirebon parpol mulai bangun koalisi
Bamunas bertemu tiga petinggi parpol. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon 
Santer tersiar kabar, ketiga parpol itu telah menandatangani kesepakatan bersama untuk mendukung dan mengusung bakal calon walikota (bacawalkot) dari PDI Perjuangan, H Bamunas S Boediman MBA. Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan antara elit tingkat kota dari ketiga parpol itu bersama Bamunas, di salah satu restoran ternama di Kota Cirebon, pada Rabu (2/8) malam.
Hadir dalam kesempatan itu, selain Bamunas, Ketua DPD Partai Golkar Ir Toto Sunanto, Ketua DPC Partai Hanura Een Rusmiyati SE, dan Ketua DPC PPP Kusnadi Nuried. Ada juga beberapa politisi lainnya dari ketiga parpol tersebut. Usai menandatangani kesepakatan, mereka berfoto bersama.
Sumber Rakcer yang ikut dalam pertemuan itu menyebutkan, tiga parpol bersepakat untuk mendukung dan mengusung Bamunas pada Pilwalkot 2018 mendatang.

“Sudah bersepakat. Hitam di atas putihnya juga ada. Artinya, kesepakatan itu tertulis dan ditandatangani masing-masing ketua partai disertai logo partainya,” kata sumber tersebut, seraya menunjukkan bukti beberapa foto pertemuan itu. Ia mewanti-wanti identitasnya tak dikorankan.

Mulanya, poros koalisi itu berisikan Partai Golkar, PPP dan PKPI. Tapi seiring PKPI enggan terburu-buru untuk menentukan sikap dalam menghadapi Pilwalkot 2018, akhirnya parpol pemilik satu kursi di DPRD itu ditinggal. Lepas PKPI, Partai Golkar dan PPP dapat teman baru, yaitu Partai Hanura.

“Tadinya Partai Golkar, PPP dan PKPI. Tapi PKPI tidak mau tandatangan kesepakatan. Kita tidak ingin berlama-lama, langsung komunikasi dengan Partai Hanura dan setuju untuk gabung,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tiga parpol tersebut baru menyepakati nama kandidat untuk calon walikota atau E1. Sementara untuk kandidat calon wakil walikota atau E2 belum disepakati. “Nanti untuk posisi E2 itu siapa, diserahkan ke mekanisme masing-masing partai,” kata dia.

Ditanya soal nama koalisi, dia mengaku belum bisa memastikan. Tapi untuk diketahui, Partai Golkar sendiri memiliki 4 kursi di DPRD, Partai Hanura punya 3 kursi dan PPP punya 2 kursi. “Bisa jadi koalisi 432,” katanya. Dengan jumlah 9 kursi, koalisi itu bisa mengusung satu pasangan calon walikota dan wakil walikota.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Ir Toto Sunanto mengakui adanya pertemuan dan kesepakatan itu. Ia mengaku, kesepakatan itu pada prinsipnya untuk berkoalisi di antara tiga parpol. “Kita penjajakan koalisi. Mekanisme partai masing-masing tetap berjalan,” katanya.

Namun demikian, kata Toto, ketiga parpol itu sepakat untuk mendukung Bamunas. Di samping proses penjaringan di masing-masing parpol tetap berjalan. “Semuanya memang sepakat itu (mendukung Bamunas, red). Tapi prosedurnya diberikan kepada masing-masing partai,” katanya.

Toto menjelaskan, pihaknya mendukung Bamunas karena memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas mumpuni untuk bersaing dengan petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH di posisi teratas. 

Ia menganalogikan Bamunas dengan Ano Sutrisno (alm). Di Pilwalkot 2008, Ano gagal, tapi berhasil menang di 2013. Untuk diketahui, Bamunas di Pilwalkot 2013 belum beruntung.

“Pertimbangannya Oki (sapaan akrab Bamunas, red) kita sepakati, karena dari hasil surveinya bagus. Kemudian (kekuatan) pascapilwalkot dulu juga tidak akan jauh. Kayaknya kebiasaannya begitu. Dulu Pak Ano kalah dulu, kemudian menang,” katanya. 

Bila poros koalisi 432 benar terbangun dan konsisten sampai Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018, maka ada beberapa opsi kandidat calon wakil walikota untuk mendampingi Bamunas S Boediman. Ada Ketua DPC Partai Hanura, Een Rusmiyati SE, pengurus DPW PPP Jabar, H Basirun, dan dari Partai Golkar sendiri justru santer tersiar kabar, Effendi Edo yang berpeluang diusung.

Di poros lain, DPC PDIP rupanya terus membangun komunikasi dengan PAN. Bahkan, secara terbuka, gambar duet Ketua DPC PDIP, Edi Suripno SIP MSi dan Ketua DPD PAN, Dani Mardani SH MH sudah tersebar. Duet Edi-Dani juga sebetulnya tak bisa digaransi. Bila PDIP dan PAN berkoalisi, bisa jadi duet Edi-Fifi yang akan diusung.

Pengusaha asal Cirebon, Hj Fifi Sofiah Effendi tercatat sebagai bacawalkot di PAN, bersaing dengan Dani. Tapi bila melihat relasi di DPP PAN, bisa jadi Fifi lebih dijagokan karena punya relasi lebih kuat di tataran elit. Koalisi PDIP (7 kursi) dan PAN (3 kursi) sendiri akan punya 10 kursi. PKPI dengan satu kursinya, bisa saja merapat ke koalisi ini, mengingat kedekatan dengan PDIP.

Di kubu petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH, setidaknya ada tiga parpol yang dalam waktu dekat akan menandatangani kesepakatan atau Memorandum of Understansing (MoU) untuk berkoalisi. Ketiganya yakni partainya petahana, yaitu Partai Demokrat, bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Partai Demokrat dan PKS punya masing-masing 3 kursi, sedangkan PKB punya 2 kursi di DPRD. Poros sementara petahana, setidaknya sudah punya 8 kursi. Tak menutup kemungkinan, Partai Nasdem (4 kursi) atau Partai Gerindra (3 kursi) akan bergabung ke poros ini.

Bila Partai Nasdem dan Partai Gerindra bergabung, akan menjadi kekuatan besar di koalisi ini. Itu artinya, ada beberapa pilihan untuk petahana mencari pendamping. 

Misalnya, ada Ketua DPD PKS, H Karso, Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati, dan salahsatu kandidat dari Partai Gerindra, H Dede Muharam Lc. Utak atik peta kekuatan ini tentu tak lepas dari pergerakan sejumlah politisi dalam membangun komunikasi untuk sebuah koalisi. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Koalisi “432” Dukung Bamunas"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...