Harga Hewan Kurban Naik 10 Persen

SINDANGWANGI - Menjelang perayaan Idul Adha, sejumlah ruas jalan protokol di Kabupaten Majalengka mulai dipenuhi pedagang hewan kurban musiman. Rata-rata pedagang mematok harga lebih tinggi hingga 10 persen dibanding 2016.
biaya operasional hewan kurban makin mahal
Peternak sapi Majalengka. Foto: Pai/Rakyat Cirebon
Di pasar ternak Rajagaluh, harga kambing yang pada perayaan Idul Adha tahun kemarin dijual dengan harga Rp3 jutaan, kini naik sekitar Rp300 hingga Rp500 ribuan. 

Menurut Eman salah seorang pedagang kambing, kenaikan harga disebabkan naiknya biaya operasional dan ongkos kerja. "Memang ada kenaikan harga, tapi kenaikannya tidak terlalu tinggi," jelasnya.

Sementara itu, menurut petugas di pasar ternak UPT Rajagaluh, Adi, untuk menjamin kualitas hewan kurban, sebelum dijual semua hewan kurban diperiksa kesehatannya, dan jika diketemukan ada hewan yang sakit maka hewan itu dilarang untuk dijual belikan.

Kenaikan harga juga terjadi pada harga hewan kurban jenis sapi. Petugas hewan kurban di rumah potong Lembu Mas Sindangwangi, Mulas mengatakan, harga jual sapi juga mengalami kenaikan. 

Saat ini, kata dia, sudah ada 60 pemesan yang sudah membeli sapi sapinya dan siap diantar saat hari raya. Jika dibanding tahun lalu memang sedikit turun, mengingat tahun lalu jumlah pesanan mencapai 125 ekor.

“Harganya sendiri sangat bervariasi. Mulai Rp18 juta hingga Rp33 juta per ekornya. Sapi jenis Po ukuran kecil dijual Rp18 juta per ekor. Jenis Srole yang didatangkan dari Jateng dibandrol Rp23 juta. Sapi ukuran sedang Rp28 juta per ekor. Sedangkan sapi jenis Limousine dijual dengan harga Rp33 jutaan," pungkasnya. (pai)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Harga Hewan Kurban Naik 10 Persen"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus