Fungsionaris PAN Sebut Partainya Terpecah, Koalisi Petahana Rapuh

CIREBON – DPD PAN Kota Cirebon bisa jadi bergabung Koalisi Cirebon Maju (KCM) dilatarbelakangi keterpaksaan. 
koalisi cirebon maju dilatarbelakangi keterpaksaan
Reklame bergambar pasangan Edi-Dani masih terpasang. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Pasalnya, setelah resmi bergabung dengan koalisi petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH untuk menghadapi Pilwalkot 2018 mendatang, fungisonaris PAN justru melontarkan pernyataan kontradiktif.
“Saya pikir KCM rapuh, tidak kuat walau ada petahana di dalamnya. Yang kuat itu koalisi rakyat nantinya,” ungkap Fungsionaris PAN Kota Cirebon, M Rafi, ditemui di halaman gedung DPRD Kota Cirebon, kemarin (22/8).
Ia meyakini, KCM yang saat ini memiliki lima partai politik (parpol), pada akhirnya akan berubah. Rafi memprediksi akan ada parpol yang cabut dan keluar dari poros koalisi tersebut. “Sekarang saja sudah terlihat riak-riak dari sekretaris DPC Partai Gerindra,” kata dia.
Menurut Rafi, keputusan KCM untuk mengusung Azis sebagai calon walikota di Pilwalkot 2018 mendatang bisa menjadi langkah blunder. Ia menganalisa, KCM akan sulit memenangkan pilwalkot tahun depan. “Walau ada petahana, KCM akan kesulitan menang nantinya,” ujarnya.
Selain itu, Rafi juga membeberkan kondisi di internal PAN Kota Cirebon. Disebutkannya, di dalam parpol berlambang matahari itu terpecah jadi dua faksi, yakni faksi bakal calon walikota (bacawalkot) dari PAN, Hj Fifi Sofiah Effendi dan faksi Ketua DPD PAN, Dani Mardani SH MH. “PAN sendiri ada yang pro ke Bunda Fifi, ada yang ke Dani,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan, Edi Suripno SIP MSi akhirnya angkat bicara soal masuknya PAN ke KCM, sehingga wacana duet dirinya dan Dani dipastikan batal. “Kita hormati saja. Namanya juga keputusan politik dari pusatnya, kita hargai,” kata Edi.
Mengenai baliho, poster dan alat peraga lainnya yang bergambar Edi-Dani dengan tagline “Pemberani”, Edi mengaku, ketika awal Dani menginisiasi hal itu terlebih dahulu berkoordinasi dengan dirinya.

“Ada lah koordinasi. Namanya wacana boleh-boleh saja. Tapi akhirnya kembali ke habitatnya masing-masing. Nanti Dani akan menertibkan (baliho yang sudah tersebar),” ujarnya.

Politisi yang juga ketua DPRD Kota Cirebon itu menambahkan, mengenai terbangunnya KCM sebagai poros koalisi petahana, pihaknya menilai sebagai hak politik masing-masing parpol. PDIP, kata Edi, belum ada arahan atau instruksi mengenai koalisi menuju pilwalkot.

“Menghargai saja. Itu hak politik masing-masing. Kalau kita belum ada instruksi ke arah sana (membangun koalisi, red). Tapi komunikasi dengan semua partai kita lakukan,” tuturnya.

Di sisi lain, ia menyebutkan, PDIP berpeluang untuk berkoalisi dengan beberapa parpol. Misalnya Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura dan PKPI. “Yang pasti situasi seperti ini, tidak akan lebih dari tiga pasangan,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Fungsionaris PAN Sebut Partainya Terpecah, Koalisi Petahana Rapuh "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus