Edi-Dani Putus di Tengah Jalan

CIREBON – Pergerakan politik zigzag Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH terhenti. Hal itu menyusul telah resminya PAN bergabung dengan Partai Demokrat, PKS, PKB dan Partai Gerindra dalam Koalisi Cirebon Maju (KCM). Wacana duet Dani dan Ketua DPC PDIP, Edi Suripno SIP MSi dengan tagline “Pemberani” pun akhirnya bubar.
jelang pilwalkot cirebon dani mendadak ditelepon dpp pan
PAN merapat ke KCM. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon 
Padahal, foto duet Edi-Dani sudah tersebar ke banyak titik melalui baliho maupun alat peraga lainnya. Tapi apa dikata, elit DPW dan DPP PAN menghendaki partai pemilik tiga kursi di DPRD Kota Cirebon itu masuk ke gerbong koalisi petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH.
Masuknya PAN ke KCM juga terbilang lebih cepat dari rencana awal yaitu setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN di Bandung pada 21-23 Agustus. Pada Sabtu (19/8), PAN secara resmi manandatangani kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) masuk KCM, di sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Cirebon.
Bergabungnya PAN ke KCM dengan jadwal lebih cepat, ternyata karena adanya instruksi dari DPW dan DPP PAN kepada ketua DPD PAN Kota Cirebon. “Semalam saya ditelepon oleh DPW untuk segera melakukan MoU sebelum rakernas,” kata Dani.
Dijelaskan Dani, selain karena PAN dengan partai-partai di dalam KCM sudah lama membangun komunikasi politik, elit DPW dan DPP PAN juga mempertimbangkan konstalasi politik nasional, dimana PAN berada pada kedekatan dengan Partai Demokrat, PKS dan Partai Gerindra.

“Pertimbangannya, karena memang sudah membangun komunikasi sejak lama dengan partai-partai di KCM, juga menyesuaikan konstalasi politik nasional termasuk Pilgub Jabar. Selain memang atas instruksi juga dari DPW dan DPP,” jelas Dani.

Politisi yang juga ketua Fraksi PAN di DPRD Kota Cirebon itu juga menambahkan, pihaknya pada beberapa hari lalu sebenarnya sudah memutuskan akan bergabung dengan KCM melalui rapat pengurus di DPD PAN Kota Cirebon.

“Sejalan dengan hasil rapat DPD PAN Kota Cirebon, pada Minggu yang lalu, bahwa kita sepakat untuk bergabung dengan KCM. Hasil rapat DPD sudah terkoordinasi dengan DPW dan DPP, insya Allah hasil kesepakatan hari ini (Sabtu, red) akan kita bawa ke forum rakernas,” terangnya.

Dengan demikian, kandidat bakal calon walikota (bacawalkot) yang dimiliki PAN juga akan menjadi milik KCM. Mereka akan mendapatkan hak yang sama untuk diukur tingkat popularitas dan elektabilitasnya oleh lembaga survei yang disepakati KCM.

“Sesuai kesepakatan di KCM, bahwa seluruh bakal calon walikota dari PAN akan memiliki hak sama untuk disurvei dan punya peluang yang sama untuk menjadi calon walikota maupun wakil walikota,” katanya.

Lantas, bagaimana kelanjutan wacana duet Edi-Dani dengan tagline Pemberani? Dani menegaskan, karena ada instruksi untuk berkoalisi dengan poros petahana, maka wacana Edi-Dani bubar dengan sendirinya. Diakui Dani, dirinya sudah berkomunikasi dengan Edi berkaitan hal itu.

“Pemberani, saya kira sehubungan bergabungnya PAN ke KCM, walau beberapa waktu lalu sudah mencuat, termasuk gambar ataupun poster saya dengan Pak Edi, mudah-mudahan Pak Edi bisa memahami sikap politik PAN,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Partai Demokrat, Darajati Imanullah mengapreasi bergabungnya PAN ke dalam KCM. Dengan begitu, kata pria yang akrab disapa Jati itu, kekuatan KCM semakin kokoh dan solid melangkah menuju Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang. 

Langkah selanjutnya, sambung Jati, KCM akan membentuk desk pilkada bersama untuk melakukan survei dan penjaringan dari bakal calon yang akan diusung oleh KCM pada Pilwalkot Cirebon 2018. 

“Tentunya disertai dengan langkah konkrit secara masif dari KCM untuk menyosialisasikan bakal calonnya kepada masyarakat,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Edi-Dani Putus di Tengah Jalan "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...