Dituding Plin-plan, Edo Dicoret Golkar

CIREBON – Wacana duet Ketua DPC PDIP Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi dengan bakal calon walikota (bacawalkot) dari Partai Golkar, Effendi Edo SAP, rupanya membuat kader Beringin berang. Mereka menginginkan kader internal yang diusung, bukan Edo yang notabene figur eksternal.
Surat pernyataan Effendi Edo. Foto: Ist./Rakyat Cirebon
Tak hanya penolakan, DPD Partai Golkar Kota Cirebon juga menyatakan resmi mencoret Edo dari daftar kandidat bacawalkot. Langkah pencoretan itu bukan tanpa alasan. DPD Partai Golkar Kota Cirebon mendapati informasi dan bukti, bahwa Edo telah mendaftarkan diri pada penjaringan Partai Hanura.

Adik ipar dari mantan Walikota Cirebon, Drs Ano Sutrisno MM (alm) itu mendaftarkan diri melalui DPD Partai Hanura Jawa Barat. Padahal, dalam surat pernyataan yang ditandatangani semua bacawalkot Partai Golkar, salah satu poinnya mengatur larangan mendaftar dalam proses yang sama di pratai lain.

Wakil Ketua Bidang Kominfo dan Opini Publik DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Iwan Yohana mengungkapkan, Edo merupakan satu dari enam bacawalkot yang dijaring Partai Golkar. Ia juga telah menandatangani surat pernyataan dengan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kota Cirebon.

“Effendi Edo dulu masuk penjaringan bakal calon walikota di kami. Dalam proses itu kemudian ada kesepakatan dengan Bappilu untuk tidak mendaftar ke partai lain,” ungkap Iwan, kemarin (15/8).

Ia menambahkan, belum lama ini pihaknya mendapati informasi dan bukti bahwa Edo telah mendaftarkan diri ikut dalam penjaringan bacawalkot di Partai Hanura, masuk melalui DPD Partai Hanura Jabar.

“Kami mendapatkan data dan informasi, yang bersangkutan ikut kompetisi dengan mendaftarkan diri di Partai Hanura Jawa Barat,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Iwan, dengan telah mendaftarnya Edo dalam penjaringan bacawalkot di Partai Hanura, maka status dia sebagai bacawalkot di Partai Golkar telah gugur.

“Menurut pendapat kami, ini dipastikan, karena mengingkari dari perjanjian di Bappilu, maka saudara Edo ini telah mengundurkan diri. Dinyatakan gugur dari proses penjaringan internal Partai Golkar,” jelasnya.

Tak hanya itu, Iwan menyebutkan, langkah politik Edo mencerminkan bahwa dia tidak konsekuen dengan poin-poin dalam kesepakatan yang sudah ditandatangani. Hal itu juga membuat Partai Golkar ragu untuk melanjutkan proses perebutan rekomendasi dengan melibatkan Edo.

“Saya kira publik mesti paham. Agar tidak terjadi gonjang-ganjing lagi. Bagaimana kami bisa mengusung calon walikota kalau kemudian plin-plan seperti ini. Artinya, dia tidak konsekuen dengan kesepakatan bersama,” kata dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi wartawan koran ini mengenai informasi dirinya mendaftar ke Partai Hanura, Edo mengaku tak mengerti. Ia justru balik bertanya sumber informasi tersebut dari mana. “Informasi dari siapa? Mungkin dijaring di sana (Partai Hanura Jabar, red), saya tidak mengerti ya,” kata Edo.

Namun demikian, ia mengakui, pernah diundang oleh elit DPD Partai Hanura Jabar beberapa waktu lalu, sebelum Ramadan. Kala itu ketuanya masih Fitrun Fitriansyah. “Dulu diundang sebelum bulan puasa. Ngobrol-ngobrol saja, kondisi di Kota Cirebon seperti apa. Saat itu ketuanya masih Pak Fitrun,” katanya. 

Munculnya instruksi dari DPD Partai Golkar Jawa Barat agar Partai Golkar di semua daerah se-Jabar berkoalisi dengan PDIP, dirasa tak mengancam keberlangsungan langkah politik Koalisi 432 yang sudah disepakati Partai Golkar, Partai Hanura dan PPP beberapa waktu lalu.
Ketua DPC Partai Hanura, Een Rusmiyati SE enggan menanggapi soal instruksi Partai Golkar untuk berkoalisi dengan PDIP. Ia menegaskan, koalisi 432 akan tetap berlanjut untuk jadi kendaraan politik menuju Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang.

“Tidak tahu kalau persoalan itu (instruksi Partai Golkar koalisi dengan PDIP, red) sih. Yang pasti Koalisi 432 tetap,” ungkap Een, kemarin.

Bahkan, yang cukup mengejutkan, Een mengklaim, Partai Nasdem dan Partai Amanat Nasional (PAN) akan bergabung dengan koalisi yang rencananya bakal mengusung Bos Grage Group, H Bamunas S Boediman sebagai calon walikota itu. “Bahkan Partai Nasdem dan PAN akan merapat ke kita,” katanya.

Een menambahkan, keyakinannya bahwa PAN akan bergabung dengan pihaknya, salahsatunya karena faktor kedekatan dia dengan Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH. Een menyebutkan, ia dan Dani bersahabat sejak lama.

“Nanti malam (tadi malam, red) saya akan bertemu dengan ketua DPD PAN Kota Cirebon dulu. Walau memang PAN menunggu arahan dari atasnya. Tapi saya sama Mas Dani kan bersahabat. Jadi inginnya bareng, tidak mau berpisah agar jadi kekuatan besar,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai wacana duet Bamunas-Een yang akan diusung koalisi 432, politisi yang juga ketua Fraksi Hanura di DPRD Kota Cirebon itu menyatakan, wacana itu diharapkan akan terealisasi. “Tetap atuh (Bamunas-Een),” katanya.

Sementara terpisah, Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Pekalipan, Adi Samsiadi menyatakan, dengan siapapun Partai Golkar berkoalisi, pihaknya menginginkan agar kader internal yang diusung di Pilwalkot 2018 mendatang. “Kita lima PK btetap menginginkan kader internal yang diusung di pilwalkot,” katanya.

Kalaupun pada akhirnya DPP Partai Golkar merekomendasikan figur eksternal, kata Adi, pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan PK lainnya, termasuk DPD Partai Golkar Kota Cirebon guna menentukan sikap.

“Kita akan rapatkan dulu dengan PK yang lain dan DPD, kalau yang direkomendasinya figur eksternal. Kalau kita sih bagaimana DPD,” kata dia.

Disinggung mengenai instruksi agar berkoalisi dengan PDIP, Adi menilai, hal itu tak jadi persoalan. Pihaknya siap jika harus berkoalisi dengan partai berlambang kepala banteng moncong putih itu. “Kalaupun koalisi dengan PDIP, tidak masalah. Karena itu yang menetapkan DPD Partai Golkar Jabar. Itu keputusan partai dan kita harus melaksanakan,” katanya.

Untuk diketahui, DPD Partai Golkar Jabar telah menerbitkan surat instruksi kepada semua DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Jabar yang akan menghadapi pilkada serentak 2018 untuk berkoalisi dengan PDIP.
Surat instruksi dengan nomor B-78/GOLKAR/VIII/2017 tertanggal 14 Agustus 2017 itu ditandatangani Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi dan Sekretaris, Ade Barkah Surahman.

Instruksi itu diterbitkan, berdasarkan hasil pertemuan/silaturahmi DPD Partai Golkar Jabar dengan DPD PDIP Jabar, pada Rabu 9 Agustus 2017, di kantor sekretariat DPD PDIP Jabar Bandung. Dalam pertemuan tersebut, PDIP dan Partai Golkar bersepakat untuk berkoalisi. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Dituding Plin-plan, Edo Dicoret Golkar"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...