Disegel, Petani Bagikan Gula Secara Gratis

CIREBON - Puluhan petani tebu yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) membagikan gula secara gratis pada para pengendara motor. 
petani tebu miliki bukti tes standar nasional indonesia
Petani tebu Cirebon bagikan gula kepada pengendara. Foto: Zezen/Rakyat Cirebon
Pembagian gula dilakukan tepat di depan Pabrik Gula (PG) Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. 

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas penyegelan gula mereka, yang dilakukan oleh Kemendag RI, pada 14 Agustus lalu.

Hal ini seperti yang diakui oleh koordinator aksi, Mae Azhar, bahwa penyegelan yang dilakukan Kemendag RI terhadap gula di PG Sindanglaut karena diduga kurang layak konsumsi. 

Padahal, kata dia, sebelum terjadinya penyegelan, pihak Kemendag RI belum melakukan tes kelayakan. 

Sehingga, penyegelan tersebut tidak mendasar. Bahkan, pihaknya memiliki alat ukur Standar Nasional Indonesia (SNI) dan dari tes yang dilakukan produksi gula masih layak untuk dikonsumsi. 

"Pembagian gula ini sebagai bentuk protes dari penyegelan gula, karena gula kami masih layak untuk konsumsi, buktinya kami sudah mengkonsumsi gula yang sudah dicampurkan ke dalam teh dan hasilnya, tak ada yang mengeluh kesakitan. Sehingga, gula kami jelas layak konsumsi," paparnya, Kamis (24/8).

Masih dikatakan Azhar, yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah agar secepatnya melakukan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen terhadap gula petani. Selain itu, juga segera menghentikan gula impor maupun gula rafinasi.‎ Karena, peredarannya sangat berdampak pada gula lokal. 

"Kami menduga ada permainan di tingkat atas, sehingga gula rafinasi dan gula impor terkesan bebas di pasaran. Maka, kami menuntut untuk menghentikan gula impor dan gula rafinasi," tegasnya.

Sementara Didi petani tebu yang turut serta mengikuti aksi mengaku bahwa petani sangat dikecewakan oleh pemerintah pusat. 

Karena adanya penyegelan dan masuknya gula impor maupun gula rafinasi di pasaran. Sehingga, perlu ada upaya dalam mensejahterakan petani tebu. 

"Pastinya kami kecewa, sebab pada saat penyegelan tidak ada informasi. Kalau benar gula yang disegel tersebut kurang layak konsumsi, tentunya akan ada yang mengeluh kesakitan, ketika kami meminum teh yang sudah diberi gula. Bila perlu, Kemendag RI dan kami bersamaan melakukan uji lab," ungkapnya.

Dirinya bersama sekitar 1.000 petani se-Jawa Barat akan bergabung dalam aksi ke Istana Negara, 28 Agustus mendatang, yang diikuti seluruh petani tebu se-Indonesia. 

"Para petani sangat depresi dan menjerit dengan keadaan seperti ini, maka 28 Agustus, mendatang para petani tebu se-Indonesia akan berangkat ke Istana Negara untuk menyuarakan aspirasi," imbuhnya.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, aksi yang berlangsung sekitar pukul 9.30 WIB tersebut, massa langsung memblokade jalan menuju pabrik dan langsung berorasi. 

Sontak, membuat mobil pengangkut tebu terhenti. Usai berorasi, massa kemudian membagikan gula pada pengendara motor dan melakukan aksi minum teh yang sudah diberi gula. Sekitar pukul 10.30 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Disegel, Petani Bagikan Gula Secara Gratis"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus