Debu Batubara Masih Mengganggu, Komisi II Tagih Janji Pelindo

KEJAKSAN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon menagih janji PT Pelindo saat mereka meminta agar aktifitas bongkar muat kembali dibuka.
debu batubara di pelabuhan cirebon masih ganggu warga
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon Watid Sahriar. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
"Mana janji yang disampaikan kepada kita waktu di kantor Dephub di Jakarta dulu. Saya tanyakan kepada pihak Pelindo, janji mereka waktu minta aktifitas bongkar muat dibuka lagi apa dan sekarang tidak sesuai dengan janji, debu dimana-mana di pintu keluar pelabuhan saja kita bisa lihat sama-sama," ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Sahriar MBA saat diwawancarai wartawan koran ini, kemarin.

Selain meminta PT Pelindo, sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap para pengusaha bongkar muat, untuk memenuhi janji yang dulu pernah disampaikan kepada pihaknya, Watid juga mempertanyakan mengenai komitmen mereka dalam hal menjaga kestabilan lingkungan sekitar pelabuhan.

Dimana dulu PT Pelindo mengatakan akan memasang alat monitor debu di setiap sudut pelabuhan untuk mengetahui bagaimana keadaan udara yang ada.

"Mana alat monitor debu yang dulu katanya mau dipasang dekat pelabuhan, mereka kan tidak berani memasang alat itu karena khawatir ketahuan debunya masih ada,” ketusnya. 

Politisi Partai Nasdem tersebut menegaskan, penanganan yang maksimal bukanlah sebuah klaim, dimana melalui pemberitaan di media, ia pun telah mengetahui statemen dari pihak pelabuhan yang terlibat dalam aktifitas bongkar muat, dimana mereka menyatakan bahwa aktifitas yang ada sudah berjalan sesuai dengan SOP yang ada.

"Seharusnya secara rutin ada uji udara di sekitar pelabuhan, supaya diketahui apakah kualitas udaranya masih sesuai dengan ambang batas yang berlaku, itu baru upaya penanganan yang maksimal, jangan sekedar klaim sudah sesuai dengan SOP tanpa ada uji secara kuantitatif," kata Watid. 

Sebelumnya, Ketua Pemuda Pancasila Kota Cirebon Heri Hermawan menilai jika aktivtas bongkar muat batubara di pelabuhan cirebon hanya merugikan masyarakat bukan sebaliknya.

Sehingga dengan tegas Heri meminta pada KSOP maupun walikota cirebon untuk segera menutup bongkar muat batubara.

“Tak ada manfaatnya (bongkar muat batubara) untuk warga cirebon, hanya kebagian debunya saja, jadi saya minta ditutup saja,” kata Heri yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Cirebon itu.

Dijelaskan, sejak dibuka kembali pada akhir 2016 lalu, sebetulnya para pengusaha sudah menjanjikan debu batubara maupun kompensasi bagi masyarakat sekitar pelabuhan namun hal itu hanya janji belaka ketika ada maksudnya saja. 

“Sudah tak bermanfaat lagi bagi masyarakat Kota Cirebon sebaiknya tutup saja, toh hanya menguntungkan segelintir orang saja,” tegasnya.(sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Debu Batubara Masih Mengganggu, Komisi II Tagih Janji Pelindo "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus