Debu Batubara Masih Ganggu, Warga Tagih Janji KSOP

LEMAHWUNGKUK - Janji Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Cirebon untuk segera melakukan evaluasi aktivitas bongkar muat batu bara dengan memanggil para pengusaha langsung ditagih masyarakat. 
warga cirebon terganggu debu batubara
Truk pengangkut batubara sedang dibersihkan. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Pasalnya, hingga saat ini, meskipun sudah dikabarkan bahwa PT Pelindo II sedang mengupayakan penyiraman di semua titik pelabuhan, namun debu batu bara masih saja menghantui pemukiman warga di sekitar area pelabuhan.

Salahsatu warga di RW 01 Pesisir Selatan mengatakan bahwa sudah seharusnya jika aktifitas bongkar muat batu bara itu berdampak negatif bagi warga sekitar, maka seharusnya di tutup secara permanen.

"Dari dulu juga harusnya ditutup mas, tapi kan sampai sekarang masih dibuka, sudah pernah ditutup eh dibuka lagi, kalau KSOP mau melakukan evaluasi, harusnya secepatnya," ungkap salahsatu warga yang identitasnya enggan dikorankan. 

Adanya upaya dari PT Pelindo untuk memasang jaring yang tinggi, dengan tujuan debu tidak sampai ke pemukiman warga juga dinilainya sia-sia.

"Percuma saja ada jaring tinggi itu, toh debunya tetap lewat," ungkap dia sambil menunjuk jaring tinggi yang membatasi pelabuhan dengan wilayah RW 01 Pesisir Selatan. 

Sementara itu, mewakili semua RW yang ada di Kelurahan Panjunan, ketua RW 03 Pagongan Timur, Syarif Rahman pun mendesak KSOP untuk segera memanggil para pengusaha batu bara dan mengevaluasi kinerja bongkar muat di lapangan.

Selama ini, kata dia, keluhan masyarakat terkait debu batu bara selalu berkumpul di semua ketua RW yang ada di Kelurahan Panjunan. 

Bahkan, para RW pun dikatakan Syarif sudah beberapa kali melayangkan surat berisikan keluhan-keluhan warga, baik kepada KSOP maupun pada PT Pelindo, namun belum ada respon dan bukti fisik di lapangan, sehingga debu masih saja bertebaran sampai ke pemukiman-pemukiman.

"Mereka (para pengusaha batu bara. Red) bilang sudah sesuai dengan SOP. Kita sampai saat ini belum tahu SOP yang ada seperti apa, belum ada SOP yang jelas, tapi mereka mengaku sudah menjalankan SOP yang ada," desaknya.

Sebagaimana diberitakan rakcer sebelumnya, bahwa KSOP berjanji akan segera memanggil para pengusaha dan melakukan evaluasi terhadap aktifitas bongkar muat batu bara dipelabuhan, yang mana aktivitas tersebut kerap menimbulkan kegaduhan.

"Untuk mengumpulkan para pengusaha juga cukup sulit, karena tidak semua ada di cirebon, secepatnya lah, saya janji secepatnya akan kita panggil dan evaluasi," ungkap Rivolindo SH, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Cirebon. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Debu Batubara Masih Ganggu, Warga Tagih Janji KSOP"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...