Azis Bareng Eeng ke Jakarta, Ada “Cinta” Sejak Polemik Wakil Walikota

KEJAKSAN – Mengejutkan. Meski tengah membangun poros koalisi bersama Partai Gerindra, PKS dan PKB, Ketua DPC Partai Demokrat yang juga petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH juga jadi bidikan Partai Nasdem. Diam-diam, ia sudah bertemu dengan elit DPP Partai Nasdem pada Senin (31/7) lalu.
partai demokrat bidik petahan di pilwalkot cirebon
Nasrudin Azis dan Eti Herawati saling lirik. dok. Rakyat Cirebon
Dalam pertemuan yang terjadi di Jakarta itu, Azis berangkat bersama Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati. Di sana, Azis dipertemukan dengan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Nasdem yang juga Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Nasdem, Nining Indrasaleh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini menyebutkan, kedatangan Azis ke Jakarta untuk bertemu elit DPP Partai Nasdem difasilitasi oleh Eeng Charli – sapaan akrab Eti Herawati –. Azis masuk dalam radar bidikan Partai Nasdem untuk diusung di Pilwalkot 2018 mendatang.
Saat dikonfirmasi, Eeng tak menampik, dirinya bersama Azis telah bertemu dengan Enggar dan Nining di Jakarta. Namun demikian, ia tak bersedia menjelaskan secara detil materi pembicaraan di antara mereka. “Saya kebetulan diundang oleh DPP untuk membahas hasil survei kandidat untuk pilwalkot,” kata Eeng.
Di sisi lain, Eeng menjelaskan, Azis memang masuk dalam radar bidikan Partai Nasdem untuk diusung di Pilwalkot 2018. Tapi ia tak sendiri. Ada dua figur lainnya, yakni Ketua DPC PDI Perjuangan, Edi Suripno SIP MSi dan Bos Grage Group, H Bamunas S Bodiman MBA.

“Sementara ini ada Pak Azis, Pak Edi dan Pak Bamunas. Bisa jadi ada figur lain nantinya,” kata politisi yang juga wakil ketua DPRD Kota Cirebon itu.

Ia menambahkan, Partai Nasdem sudah membagi tim untuk membangun komunikasi politik dengan ketiga figur itu. Surat tugas dari Bapilu DPD Partai Nasdem Kota Cirebon juga sudah diterbitkan.

“Jadi bapilu sudah membentuk 3 tim untuk membangun komunikasi politik ke masing-masing figur itu,” kata dia.

Eeng mengatakan, strategi itu dilakukan guna mematangkan langkah menuju pilwalkot. Tiga figur yang dibidik sementara, dinilai punya peluang besar untuk maju di kontestasi politik lima tahunan itu. Dengan begitu, Eeng menyatakan akan bersikap realistis kalaupun diusung di posisi calon wakil walikota atau E2 ia tak masalah.

“Tidak mungkin saya maju sendiri. Pasti berkoalisi, baik itu nanti saya di posisi E1 atau E2, tidak masalah. Minimalnya kita sudah berkomunikasi dengan figur lain,” katanya.

Sementara itu, Korda Partai Nasdem untuk wilayah Cirebon-Indramayu, H Yuyun Wahyu Kurnia MBA mengaku, pihaknya akan memprioritaskan Eeng Charli untuk diusung di Pilwalkot 2018. “Walaupun sudah ada beberapa alternatif, tetap Bu Ketua prioritas utama dong,” kata Yuyun.

Ia mengaku sudah bertemu dengan Bamunas di Jakarta pada Minggu pekan lalu dalam rangka membangun komunikasi politik sebagaimana strategi partainya. Yuyun tak sendiri. Dia ditemani dua Anggota Fraksi Nasdem Pembangunan, dr H Doddy Ariyanto MM dan H Watid Sahriar MBA. 

Wacana duet petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH dengan Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati sebenarnya sudah berhembus cukup lama. Bahkan, sejak proses panjang pengisian posisi wakil walikota (wawali), Azis dan Eeng Charli – sapaan akrab Eti Herawati – sudah mengisyaratkan chemistry.

Seperti disampaikan pemerhati politik Cirebon, Sutan Aji Nugraha, kepada Rakyat Cirebon, kemarin. Menurutnya, sejak proses pengisian wawali, alasan Azis melalui Partai Demokrat-nya untuk mengusulkan Eeng sebagai salah satu calon wawali, bukan tanpa alasan. “Karena keduanya punya chemistry dalam konteks interaksi politik,” kata Aji.

Pria yang juga penulis buku Bunga Rampai Seorang Ideolog itu menambahkan, kalaupun keduanya pada akhirnya akan bersanding di Pilwalkot 2018 mendatang, hal itu merupakan realitas politik yang tak bisa dihindarkan. Menurutnya, berstatus sebagai petahana, Azis punya tingkat popularitas tertinggi.

“Tingkat popularitas tertinggi menjadi modal utama petahana. Bu Eeng juga figur yang fenomenal. Pertama ia ikut pileg, langsung menghantarkan partainya masuk tiga besar teratas. Makanya Bu Eeng jadi wakil ketua DPRD. Saya kira kalau mereka berduet, akan jadi kekuatan besar,” katanya.

Sementara itu, penilaian berbeda disampaikan akademisi Unswagati Cirebon, Agus Dimyati SH MH. Menurutnya, duet Azis-Eeng bila sampai terwujud, perlu energi besar untuk memenangkannya. Keduanya berlatarbelakang politisi. Azis di eksekutif dan Eeng di legislatif.

“Sementara penilaian publik ke kedua lembaga tersebut relatif kurang memuaskan. Kembali lagi, hal itu karena kinerja eksekutif maupun legislatif kurang menonjol, bahkan di beberapa hal mengecewakan,” katanya.

Namun demikian, Azis-Eeng masih punya waktu untuk mengatrol tingkat elektabilitasnya bila ingin berduet. Masih ada waktu beberapa bulan untuk melakukan itu. “Masih ada waktu untuk lari kencang mengatrol tingkat elektabilitas. Kalau popularitas sudah pasti tinggi. Selain itu, keduanya juga harus saling melengkapi nantinya,” kata dia. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Azis Bareng Eeng ke Jakarta, Ada “Cinta” Sejak Polemik Wakil Walikota "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...