PDIP Tidak Punya Tradisi Incumbent Selalu Direkom

SUMBER – Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon menganggap aksi klaim bacabup kaitan rekomendasi sah-sah saja.
rekomendasi dpp pdip soal cabup cirebon segera turun
Mustofa (kiri) salam komando dengan Sunjaya Purwadisastra. dok. Rakyat Cirebon
“Terkait adanya calon yang mengklaim rekom sudah di tangan itu sah-sah saja. Klaim itu kan pasti memiliki tujuan atau yang mendasarinya,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H Mustofa SH, Kamis(27/7).

Bisa saja, kata dia,  klaim itu dimaksudkan untuk memotivasi dan membangkitkan rasa percaya diri yang bersangkutan. 

Kemudian, bisa juga sebagai strategi menjatuhkan mental competitor lain atau yang dikenal dengan psywar. Atau bisa juga sebaliknya, artinya karena ada rasa kekhawatiran.

Sehingga mencoba melakukan pembangunan opini. “Ketiga hal tersebut bisa kita ketahui mana yang menjadi alasannya. Coba kompilasikan saja pemikiran ke fatsun-fatsun partai itu sendiri,” sambungnya.

Tentang fatsun partai, kata pria yang akrab disapa Jimus, para bacabup juga harus paham. Sebab jika benar-benar memahaminya, ia yakin tidak akan ada rasa minder dalam berkompetisi sekalipun berhadapan dengan incumbent. 

“Karena dengan memahami fatsun partai maka para balon saya yakin tidak ada perasan kurang atau berkurang rasa kepercayaan dirinya dalam kompetitif dan proses dinamika dalam mendapatkan Rekomendasi partai,” ucap Jimus.

Jika masih ada persepsi kurang percaya diri karena menghadapi incumbent, itu adalah hal yang wajar. Hanya saja ada yang perlu diingat, dengan diizinkannya untuk membuka pendaftaran atau penjaringan sebagai tahapan awal proses mendapatkan rekomendasi. Itu membuktikan bahwa prioritas incumbent bukanlah suatu tradisi. 

“Ini berarti  prioritas incumbent ini  bukan sebuah  tradisi.  Calon memiliki kans dan kesempatan yang sama,” tegasnya. 

Lebih lanjut disampaikan Ketua DPRD, siapa bakal calon yang betul-betul memahami dan mengerti jiwa dan rasa  serta fatsun partai, Jimus yakin itu yang akan mendapat rekom.

“Insya Allah rekom akan kepada orang yang memahami dan mengerti fatsun partai. Oleh karena itu kepada para bakal calon silahkan bersaing secara positif sebagai bentuk dinamika dalam berpolitik. Yakinkan setiap tahapan, saat ini kan tahapan sudah mulai masuk ke tingkat DPP. Dengan potensi yang dimiliknya  supaya DPP PDIP memiliki tolak ukur yang obyektif dalam memutuskan untuk balon mana rekomendasi itu pantas di tetapkan,” imbuhnya.

Ditemui secara terpisah Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Jawa Barat, Aang Hamid Suganda menyampaikan, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat saat ini masih melakukan proses penyeleksian bakal calon (balon) Bupati Cirebon.

Dari 16 nama yang mendaftar melalui PDI Perjuangan, hanya sembilan nama yang berhasil lolos seleksi. 

Mantan Bupati Kabupaten Kuningan itu mengatakan, dari sembilan nama yang berhasil lolos dalam tahapan pit and proper test di DPD itu akan dijaring kembali. 

"Sembilan nama ini akan kita verifikasi. Jadi, belum tentu juga semuanya lolos dan namanya kita serahkan ke DPP. Kita verifikasi dulu," kata Aang saat ditemui di sela-sela kegiatan di UMC Watubelah Sumber.

Ia juga mengatakan, proses penjaringan balon Bupati Cirebon itu dipastikan rampung pada September mendatang. DPD, sambung Aang, akan menyerahkan, sedikitnya tiga nama balon Bupati Cirebon ke DPP. Untuk kemudian, DPP akan langsung menetapkan pasangan calon yang bakal maju pada Pilbup Cirebon mendatang.

"Kemungkinan rekomendasi juga akan keluar pada September mendatang. Selain hasil survei, yang menjadi pertimbangan untuk diusung, yakni hasil pit and proper test para balon," katanya.

Saat disinggung mengenai peluang petahana, Sunjaya Purwadisastra  mendapatkan rekomendasi untuk maju kembali pada Pilbup Cirebon,  Aang mengatakan, petahana selalu memiliki nilai plus, dalam artian memiliki peluang untuk maju kembali. Hal itu tak hanya terjadi di Cirebon, melainkan di beberapa daerah.

"Peluang untuk petahana bagus, ya sepertinya masih punya peluang. Tapi bukan berarti yang lain (bacabup,red) tidak," tandasnya. (ari)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PDIP Tidak Punya Tradisi Incumbent Selalu Direkom"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus