Parah, Walikota Terus Didesak “Jebol” PPDB SMA

CIREBON - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA Negeri dan sederajat sudah ditutup sejak dua pekan lalu. Tahun ajaran baru juga sudah dimulai dan akan genap dua pekan pula. Tapi polemik PPDB tingkat SMA‎N masih saja dipaksakan bergulir.
ppdb sma kota cirebon dipaksakan dibuka
Sejumlah datangi ruangan walikota Nasrudin Azis. Foto: Ist./Rakyat Cirebon
Sejumlah elemen masyarakat masih terus mendesak Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH untuk membobol PPDB tingkat SMAN maupun SMKN. Tak hanya masyarakat tertentu, beberapa anggota DPRD juga ikut dalam barisan itu. Walikota didesak untuk melobi gubernur Jawa Barat, agar membuka kran 'jalur offline'.

Kabarnya, masih ada ratusan calon siswa baru tingkat SMA dan sederajat yang berharap PPDB 'jalur offline' dibuka. Namun karena kewenangan pengelolaan SMA dan sederajat ada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, desakan mereka tersendat. Makanya, walikota yang jadi sasaran.

Kemarin siang, atas desakan itu, Walikota Azis berkoordinasi dengan Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Wilayah V Dinas Pendidikan Jawa Barat‎, di ruang kerja walikota di balaikota. Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD, Edi Suripno SIP MSi dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jaja Sulaeman MPd juga ikut hadir dan beberapa orang lainnya.

Hasilnya, Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Disdik Jabar belum bisa memberi keputusan. Mereka akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan pada Senin pekan depan. Tapi, sumber Rakcer yang ikut dalam pertemuan itu menyebutkan, kemungkinan PPDB SMAN dan SMKN dijebol sangat tipis.

"Kepala sekolah tidak akan mau ambil resiko. Dan Pak Gubernur juga sepertinya tidak akan mengizinkan untuk dijebol, karena pasti akan overload," ucap seseorang yang ikut dalam pertemuan tersebut.

Usai rapat koordinasi itu selesai‎, sejumlah orang dari kalangan LSM dan partai politik juga mendatangi ruang walikota. Mereka kembali menyampaikan aspirasinya mengenai PPDB SMAN dan SMKN. Edi Suripno juga turut mendampingi.

Sementara itu, Walikota Azis tak banyak bicara saat dikonfirmasi mengenai hasil pertemuan itu. Azis mengaku, dirinya hanya menyampaikan aspirasi sejumlah masyarakat mengenai PPDB SMAN dan SMKN. "Saya hanya menyampaikan ke pejabat terkait di balai pendidikan Jawa Barat. Selebihnya silakan kewenangan Pak Gubernur," kata Azis.

Terpisah, Edi Suripno belum bisa dikonfirmasi mengenai pertemuan tersebut. Saat ditelepon, ia tak mengangkat sambungan telepon wartawan koran ini. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Parah, Walikota Terus Didesak “Jebol” PPDB SMA"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus