PAD dari Retribusi di Dishub Lesu

KESAMBI – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon tak bergairah. Hingga semester II tahun 2017, PAD dari retribusi yang dikelola Dishub masih terbilang rendah. Semua jenis retribusi di Dishub, belum mencapai 50 persen hasilnya.
retribusi di dishub kota cirebon tak maksimal
Tempat parkir di kompleks olahraga Bima. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Hal itu sebagaimana terlihat dalam laporan keuangan PAD sampai semester II yang dibuat Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon. Dari lima jenis retribusi yang ditangani Dishub, semuanya belum mencapai target triwulan II. Dari target secara akumulasi setahun lebih jauh lagi.

Kelima jenis retribusi itu yakni, Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dengan target setahun sebesar Rp2.000.000.000, baru realisasi Rp715.328.000 (35,77 persen). Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor ditarget sebesar Rp1.755.000.000, realisasinya baru Rp689.221.126 (39,27 persen).

Retribusi Jasa Usaha Terminal Harjamukti ditarget sebesar Rp20.000.000.000, belum ada realisasi, Retribusi Izin Trayek ditarget sebesar Rp100.000.000, realisasinya baru Rp10.250.000 (10,25 persen), dan Retribusi Tempat Khusus Parkir tidak ada target, tapi bisa realisasi mencapai Rp10.927.600.

“Total target retribusi untuk di Dinas Perhubungan sebesar Rp3.875.000.000. Realisasi sampai triwulan ke-II sebesar Rp1.425.726.726,” kata Kepala BKD, H Maman Sukirman SE MM.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Cirebon, Drs H Atang Hasan Dahlan MSi menilai, target yang dibebankan kepada pihaknya terlampau tinggi. Misalnya, retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum ditarget Rp2 miliar. Angka itu dinilai terlalu tinggi. “Targetnya terlalu tinggi,” kata Atang.

Namun demikian, Atang menegaskan, pihaknya optimis target yang sudah dibebankan kepada Dishub untuk berkontribusi ke PAD, akan bisa tercapai secara optimal. “Tapi insya Allah target itu bisa kita penuhi,” katanya.

Senada disampaikan Sekretaris Dishub Kota Cirebon, Ujianto Wahyu Utomo ATD. Ia menjelaskan mengenai belum terealisasinya retribusi jasa usaha Terminal Harjamukti. Retribusi itu bukan di terminal besar Harjamukti yang kini dikelola Pemprov Jawa Barat. “Tapi terminal kecilnya. Sedangkan itu baru akan direnovasi,” katanya.

Berbeda dengan retribusi tempat khusus parkir. Pos retribusi itu tak ditarget, karena baru dimasukkan pada tahun ini sebagai sumber pendapatan. Ujianto mencontohkan pengelolaan parkir di kawasan olahraga Bima. “Karcisnya di Bima itu dari kita. Dan Alhamdulillah realisasinya bisa mencapai Rp10.927.600 sementara ini,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PAD dari Retribusi di Dishub Lesu"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...