Elektabilitas Capai 50 Persen Lebih, Karna Sulit Tersaingi

MAJALENGKA - Hingga pertengahan tahun 2017 ini,  berbagai lembaga survei masih menempatkan sosok Dr H Karna Sobahi MMPd pada urutan tertinggi dalam tingkat elektabilitas jelang Pilkada Majalengka 2018 mendatang. Elektabilitas meninggalkan sejumlah kandidat lain. 
karna sobahi unggul di survei bacabup majalengka
Timses Karna Sobahi bagikan kalender. dok. Rakyat Cirebon
Salah satunya seperti hasil survei dari lembaga Indopolling Network Jakarta yang memastikan nama kandidat Bupati Majalengka dari petahana itu menempati urutan tertinggi dari segi elektabilitas.

Menurut Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir, melalui keterangan tertulisnya yang diterima Rakyat Cirebon menyebutkan, survei dilakukan dalam beberapa tahap. Dan di periode pertama dilakukan pada  Maret 2017,  survey kedua pada bulan Juli 2017, dengan menggunakan sumlah sample sekitar 440 responden.

Wempy mengaku surveinya menggunakan metode multystage random sampling dengan margin of error sekitar 4,8 persen. Para responden diwawancarai secara tatap muka oleh petugas dari Indopolling Network yang sudah terlatih secara profesional, sehingga hasilnya bisa dipertangung jawabkan.

“Responden yang diwawancarai adalah penduduk Kabupaten Majalengka yang berumur 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah. Dan untuk memastikan kualitas data yang kita peroleh maka dilakukan quality control terhadap 20 persen dari total responden melalui spotchek and witness,” jelasnya.

Dan dari data berbagai hasil yang diperoleh di lapangan sebutnya, menujukan jika figure yang muncul di Kabupaten Majalengka saat ini masih menempatkan Dr H Karna Sobahi.

Bahkan sebut Wempy, berdasarkan hasil survei di bulan Maret menujukan tingkat popularitas H Karna Sobahi mencapai 66,6 persen dengan tingkat elektabilitas sebanyak 40,2 persen. 

Dimana dengan data itu kata Wempy, prosentase eletabilitas Karna Sobahi masih mengungguli calon yang lainya, dimana calon lain masih tertinggal jauh dibawah 4 persen.

Hal serupa juga kata dia terjadi pada hasil survei pada priode Juli 2017, dimana dinamika popularitas, akseptabilitas maupun elektabilitas H Karna Sobahi terus mengalami peningkatan. 

Tingkat popularitas Karna pada bulan Juli mencapai 71,1 persen atau meningkat 4,5 persen dibandingkan pada periode Maret 2017. 

Sedangkan untuk tingkat elektabilitas juga mengalami peningkatan sebesar 10,9 persen dari hasil survei sebelumnya, dimana pada periode bulan Juli tingkat elektabilitas H Karna mampu mencapai 51.1 persen dari sebelumnya hanya 40,2 persen.

Dari berbagai uji simulasi bakal calon kepala daerah di Kabupaten Majalengka pada survei yang dilakukan pihaknya, maka kata dia, jika pemilihan Kepala daerah di Kabupaten Majalengka dilakukan pada  bulan Juli 2017, maka figure Karna Sobahi dipastikan mengungguli para calon lain. “Belum ada calon yang memiliki elektabilitas yang signifikan untuk menyaingi Karna Sobahi,” tambahnya. 

Ketua DPC PDIP Majalengka Dr H Sutrisno SE MSi pernah dengan tegas menyatakan Dr H Karna Sobahi MMPd harga mati untuk diusung sebagai M1 oleh PDIP. Maka saat ini jatah yang tersisa yang akan diperebutkan oleh kader terbaik PDIP hanyalah posisi pendamping H Karna, atau yang diplot sebagai Balon M2.

Jika melihat hasil berbagai lembaaga survei yang menempatkan H Karna di posisi tertinggi untuk tingkat keterpilihan, maka hampir pasti H Karna akan diusung sebagi calon M1 oleh PDIP. 

Yang menjadi pertanyaan banyak masyarakat Majalengka saat ini, dengan siapa H Karna akan berdampingan? Kondisi itu ternyata membuat daya saing di tubuh internal PDIP semakin meningkat terutama pada 3 nama yang paling santer disebut. 

Yakni H Surahman SSos (anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat), Tarsono D Mardiana (Ketua DPRD Majalengka) serta H Djoko Sugihartono ST (Putra Bupati Majalengka H Sutrisno).

Hal itu yang diungkapkan Wahyu Hidayat salah seorang pemerhati politik di Majalengka kepada Rakyat Cirebon. Menurutnya, memang sangat besar peluang H Karna untujk mendapatkan rekom dari DPP PDIP untuk posisi M1. Dan justru persaingan akan terjadi di internal PDIP itu terutama untuk posisi M2.

“Jika melihat kondisi politik saat ini terutama di PDIP sebagai partai penguasa, maka persaingan justru akan terjadi dalam perebutan mendapatkan jatah untuk posisi M2,” terangnya.

Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) DPC PDIP Drs Sabungan Simatupang mengatakan, wacana bahwa rekomendasi PDIP pasti untuk H Karna Sobahi masihlah terlalu dini. Sebab, masih ada mekanisme dari PDIP yang harus dilalui.

Namun demikian, Sabungan  membenarkan, jika saat ini di lapangan  sudah banyak beredar isu mengenai  paket pasangan calon yang akan diusung PDIP. 

Misalnya saja ada isu  H Karna akan berpasangan dengan H Suraman, berpasangan dengan Tarsono ataupun isu dengan H DJoko  dan calon lain. “Boleh saja isu itu, tapi  PDIP belum memutuskan dan menetapkan siapa kader yang akan disusung dalam Pilkada Majalengka 2018 mendatang,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris DPC PDIP Majalengka Tarsono D Mardiana Ssos mengatakan,  PDIP tetap melakukan komunikasi dengan semua partai dan semua tokoh di Majalengka, sehingga masih terlalu dini untuk membicarakan masalah Paket pasangan pencalonan dari PDIP. 

“Sampai saat ini kami masih berkonsentrasi terhadap penguatan struktur partai dan program program partai, terlalu dini kalu berbicara masalah pencalonan apalagi masalah paket pasangan yang akan diusung PDIP, kita serahkan saja hal itu pada mekansime partai,” ucapnya. (pai) 

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Elektabilitas Capai 50 Persen Lebih, Karna Sulit Tersaingi "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus