Duet dengan Edi, Azis: Kenapa Tidak?

KESAMBI – Disebut-sebut memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi, berdasarkan hasil survei yang dilakukan PDI Perjuangan, petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH enggan kepedean. Ia tetap membumi menyikapi kabar tersebut.
azis dan edi bisa diduetkan di pilwalkot cirebon
Nasrudin Azis (kiri) berbincang dengan Edi Suripno. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
“Saya sendiri belum tahu informasi persisnya seperti apa. Hanya baru baca dari berita di koran soal hasil survei itu (yang dilakukan PDIP, red). Yang pasti, itu urusan dan kewenangan internal partai (PDIP). Saya tidak bisa ikut campur,” ungkap Azis, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Poltisi yang juga ketua DPC Partai Demokrat itu menambahkan, kalaupun PDIP melakukan survei terhadap kekuatan semua kandidat yang diprediksi akan maju di Pilwalkot 2018, adalah hal yang wajar.
“Sangat wajar kalau kemudian mereka juga mengukur kekuatan figur di luar PDIP. Seperti halnya dilakukan partai lain, juga melihat kekuatan figur yang ada di luar partainya, agar memiliki pegangan masing-masing. Kalau saya dinilai masih tinggi hasil surveinya alhamdulillah, saya akan tetap membumi,” katanya.
Dikatakan Azis, dirinya saat ini tengah fokus pada beberapa pekerjan rumah (PR) yang belum selesai dalam urusan pemerintahan. Terutama untuk merealisasikan visi RAMAH (Religius, Aman, Maju, Aspiratif dan Hijau) pada tahun 2018. Di samping, Partai Demokrat juga terus mempersiapkan diri menghadapi Pilwalkot 2018.
“Saya sendiri sejauh ini masih terus fokus pada percepatan kinerja di semua lini, agar visi RAMAH bisa terwujud dengan baik dan optimal. Sambil Partai Demokrat juga terus menghangatkan mesin politiknya secara bersama-sama dengan pengurus, kader maupun simpatisan,” katanya.
Di sisi lain, saat disinggung mengenai wacana kemungkinan dirinya berduet dengan Ketua DPC PDIP Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi, Azis menjawab secara diplomatis.

“Pada prinsipnya, apapun keputusan DPP Partai Demokrat, saya siap jalankan. Dengan Pak Edi? Kenapa tidak? Selagi direkomendasi DPP. Kalau tidak, ya tidak bisa memaksakan,” katanya.

Sementara itu, ditemui usai menghadiri pelantikan pejabat eselon III dan IV di gedung Korpri Kota Cirebon, Edi mengaku, koalisi yang akan dibangun PDIP untuk menghadapi pilkada serentak 2018 disesuaikan dengan dinamika di daerah masing-masing. Di samping, Edi menegaskan, selain membangun koalisi, penting juga membuat skenario.

Dirinya belum tahu apakah nantinya PDIP akan mengusung calon walikota dan wakil walikota satu paket atau akan berkoalisi dengan figur dari partai lain. Sebab nanti akan melihat terlebih dahulu peluang-peluangnya. "Makanya harus ada skenario dan alternatif, dari alternatif satu, dua dan tiga," katanya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Benny Sujarwo mengatakan, hasil survei PDIP menempatkan Bamunas dan Edi pada posisi teratas dibanding bacawalkot PDIP lainnya. 

Menurutnya, hasil itu adalah hal yang wajar. Karena survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indikator Politik itu dilakukan pada Juni lalu, dimana saat itu baru saja proses pendaftaran.
“Sehingga kandidat lain belum secara masif melakukan sosialisasi ke masyarakat. Tapi nanti ada survei lanjutan sekitar Agustus sampai Oktober,” kata anggota Fraksi PDIP di DPRD Kota Cirebon itu.
Selain itu, kata Benny, di luar 8 bacawalkot dari PDIP, survei itu juga mengukur kekuatan figur lain. Hasilnya, posisi petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH masih tertinggi.

“Memang untuk figur di luar PDI Perjuangan, posisi petahana masih paling tinggi. Tapi yang pasti PDI perjuangan akan memunculkan calon yang berpotensi besar menang pilwalkot,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Duet dengan Edi, Azis: Kenapa Tidak? "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...