Dinkes Sebar Pamflet di Ruang Publik, Antisipasi Penolakan Imunisasi

MAJALENGKA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Majalengka, H Alimudin SSos MMKes mengatakan pihaknya terus menyosialisasikan imunisasi campak dan rubela yang bakal dilaksanakan secara serentak Agustus hingga September mendatang. Sosialisasi tersebut sebagai salah satu upaya menyukseskan program pemerintah ini.
sosialisasi imunisasi campak di puskesmas mundu
Sosialisasi imunisasi campak di puskesmas Mundu. Foto: Zezen/Rakyat Cirebon 
Menurut Ali, semua elemen masyarakat hingga satu pekan jelang dilaksanakannya program secara serentak ini tidak ada penolakan dari sejumlah pihak. Pihaknya sudah melakukan beberapa antisipasi terkait adanya penolakan dari kalangan masyarakat melalui komunikasi intens dengan para tokoh hingga elemen lainnya.

“Pekan lalu kami juga sudah mengadakan rapat lintas sektoral bersama forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD), para camat, seluruh kepala puskesmas dan organisasi profesi lainnya. Rapat tersebut guna mendukung suksesi program serentak pada dua bulan kedepan,” ujar Alimudin, Senin (24/7).

Setiap Puskesmas, kata dia, sudah berkoordinasi aktif dengan para tokoh disetiap daerah hingga menggandeng Muspika dimasing-masing kecamatan. Pasalnya, Puskemas harus berperan aktif guna membantu mengkondisikan mengingat seluruh Puskesmas juga akan melakukan program ini.

“Setiap program memang ada pro dan kontra. Salah satunya disejumlah daerah termasuk wilayah Ciayumajakuning juga kami ketahui ada penolakan terkait program ini. Akan tetapi kami terus minimalisir karena ini semua untuk kebaikan masyarakat juga,” paparnya.

Pihaknya mengakui, hambatan tersebut terutama pada keyakinan kepercayaan bagi masyarakat itu sendiri. Namun, pihaknya terus berupaya agar tidak adanya gejolak penolakan baik dari unsur tokoh agama maupun sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Seperti halnya pada program serentak sebelumnya yakni Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pihaknya mengaku ada sedikit hambatan terutama munculnya sejumlah penolakan hingga tidak berjalan seratus persen maksimal. 

Akan tetapi,kata dia, sosialisasi menjelang pelaksanaan program ini tentunya dengan cara pendekatan hingga memasang informasi di tempat umum.

Ia menungkapkan, khusus program yang sasarannya balita usia 9 bulan hingga anak usia 15 tahun ini dibagi dua tahap. Untuk balita akan dilakukan pada Agustus di masing-masing Posyandu, sedangkan anak sekolah dilaksanakan September. 

“Kami juga sudah imbau kepada seluruh Puskesmas agar membuat baliho dan pamflet yang dipasang diruang publik atau umum. Setiap kepala Puskesmas diwajibkan memasang informasi ini disetiap puskesmas di Majalengka. Sehingga, diharapkan pada pelaksanaannya tidak adanya kendala yang berarti terutama penolakan dari masyarakat,” harapnya.

Persiapan imunisasi juga dilakukan di Puskesmas Mundu Kabupaten Cirebon. Petugas puskesma terus melakukan sosialisasi imunisasi campak dan rubella kepada warga. Hal ini dilakukan agar pada pelaksanaanya yakni Agustus dan September berjalan lancar.

Salah satu staf puskesmas Mundu, Uus mengatakan, penyakit campak dan rubella dapat mengakibatkan kesakitan, kecacatan bahkan sampai kematian. Sehingga, jauh lebih penting untuk disampaikan dampak yang akan terjadi manakala tidak mengikutinya.

“Inilah titik kepentingannya, bagaimana caranya kita menyampaikan informasi agar masyarakat menerima. Kami tidak mengada-ngada, bahwa campak dan rubella ini sangat perlu untuk diantisipasi, karena bisa menular,”ucap Uus kepada Rakyat Cirebon, Senin (24/7).

Menurutnya, program imunisasi campak dan rubela akan diberikan secara cuma-cuma kepada anak yang telah berusia mulai dari 9 bulan sampai usai anak 15 tahun. Pemberiannya dilakukan secara serentak tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Tetapi, meskipun demikian sifatnya tidaklah memaksakan. 

“Persebarannya akan dilaksanakan mulai Agustus yang diperuntukan bagi anak sekolah kecuali anak paud. Kemudian untuk anak yang masih berusia balita atau ketika si anak memasuki pendidikan di PAUD maupun TK, akan mendapatkannya pada September,”ucapnya.

Ia menjelaskan, pemberian imunisasi tersebut akan disebar secara gratis tanpa ada pungutan biaya sepeser pun. 

Pihaknya berharap masyarakat bisa mengikutinya dengan suka rela. Agar program yang telah disosialisasikan tersebut bisa berjalan dengan lancar. 

“Kami ingin semua masyarakt turut serta. Karena program tersebut kebaikan bersama. Apalagi ini kan program nasional,” tuturnya. (hsn/zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Dinkes Sebar Pamflet di Ruang Publik, Antisipasi Penolakan Imunisasi"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus