Bola Panas PPDB Ada di Gubernur

CIREBON – Arus deras desakan kepada Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH untuk melobi gubernur Jawa Barat agar “menjebol” Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA Negeri dan SMK Negeri, menuai perhatian Dewan Pendidikan (DP) Kota Cirebon.
desakan ppdb sma offline tunggu keputusan gubernur jabar
PPDB SMAN 2 Kota Cirebon membludak. dok. Rakyat Cirebon
Atas desakan sejumlah elemen masyarakat termasuk beberapa wakil rakyat di DPRD kepada walikota untuk melobi pemprov memberlakukan “jalur offline”, kini bola panas PPDB SMAN dan SMKN ada di tangan gubernur.

“Apakah Permendikbud itu akan ditaati oleh gubernur atau bagaimana. Karena untuk SMA sudah kewenangannya gubernur,” ungkap Ketua DP Kota Cirebon, Hediyana Yusuf, kemarin.

Menurutnya, keputusan apakah PPDB SMAN dan SMKN bisa dijebol untuk dibuka “jalur offline” ada di gubernur. Kalaupun pada akhirnya gubernur mengabulkan desakan dari kalangan masyarakat tertentu dengan “mengorbankan” walikota, maka tak ada salahnya untuk ditaati. 

Sebaliknya, kalau gubernur menolak, masyarakat juga jangan memaksakan terus menerus. “Kalau kebijakan itu diambil gubernur, mau tidak mau harus diikuti. Tapi apakah melanggar atau tidak, itu menteri yang menentukan,” kata dia.

Menurutnya, munculnya desakan untuk pemberlakuan PPDB “jalur offline” tingkat SMAN dan SMKN, salahsatunya dipicu karena banyak masyarakat yang belum mengetahui dan memahami Permendikbud yang mengatur PPDB, termasuk Peraturan Gubernur (Pergub).

“Permendikbud ini baru, kita bisa memaklumi karena belum tersosialisasi secara luas. Kalaupun banyak pemaksaan mengubah kebijakan, wajar saja. Yang jadi persoalan, kenapa sosialisasi tidak segera dilakukan ketika Permendikbud terbit,” tuturnya.

Hediyana menyarankan, pemerintah pusat mencabut Permendikbud untuk tidak diberlakukan pada tahun depan. Ia menilai, Permendikbud pada akhirnya memaksa pejabat di daerah untuk melakukan blunder, karena adanya desakan dari kelompok masyarakat tertentu.

“Saya menyarankan, sepertinya pemerintah pusat membuat sebuah peraturan dalam keadaan mendadak, sehingga membuat pejabat di daerah blunder. Kesulitan. Jadi lebih baik Permendikbud dicabut,” ujarnya.

Dengan begitu, Hediyana berpendapat, semua kewenangan urusan pendidikan lebih baik dilimpahkan ke pemerintah pusat. Pemerintah daerah tak perlu lagi bersinggungan di dalamnya, apalagi hanya jadi fasilitator tanpa bisa mengambil kebijakan.

“Tahun depan ambil alih saja semua urusan pendidikan ke pusat. Otonomi untuk pendidikan silakan ambil oleh pemerintah pusat. Kalau aturan seperti begini kan membuat blunder kepala daerah,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat masih terus mendesak Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH untuk membobol PPDB tingkat SMAN maupun SMKN. Tak hanya masyarakat tertentu, beberapa anggota DPRD juga ikut dalam barisan itu. Walikota didesak untuk melobi gubernur Jawa Barat, agar membuka kran 'jalur offline'.

Kabarnya, masih ada ratusan calon siswa baru tingkat SMA dan sederajat yang berharap PPDB 'jalur offline' dibuka. Namun karena kewenangan pengelolaan SMA dan sederajat ada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, desakan mereka tersendat. Makanya, walikota yang jadi sasaran.

Walikota Azis tak banyak bicara saat dikonfirmasi mengenai hasil pertemuan antara pihaknya dengan perwakilan Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Disdik Jabar. Hadir juga Ketua DPRD, Edi Suripno SIP MSi dan Kepala Disdik Kota Cirebon, H Jaja Sulaeman MPd, Kamis (27/7). 

Setelah itu, sejumlah elemen masyarakat tertentu, termasuk pegiat LSM dan beberapa politisi masuk ke ruang kerja walikota untuk meminta kebijakan khusus soal PPDB.

Azis mengaku, dirinya hanya menyampaikan aspirasi sejumlah masyarakat mengenai PPDB SMAN dan SMKN. "Saya hanya menyampaikan ke pejabat terkait di balai pendidikan Jawa Barat. Selebihnya silakan kewenangan Pak Gubernur," kata Azis. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Bola Panas PPDB Ada di Gubernur"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...