Bakal ada Tersangka Baru di Kasus Perusakan Kantor BPPP

KEJAKSAN – Aksi demo yang berujung perusakan di Kantor Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BPPP) Wilayah V Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu menjadi catatan hitam bagi Kota Cirebon di mata Jawa Barat.
perusakan kantor bpp berawal dari proses ppdb sma
Kepala BPPP Wilayah V Dewi Nurhulaela. Foto: Asep/Rakyat Cirebo
Pasalnya, dari tujuh Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BPPP) yang ada dibawah Dinas Pendidikan Jawa Barat, kejadian perusakan hanya terjadi di Balai wilayah V, yang mana kantornya terletak di Kota Cirebon.

"Ini (perusakan,red) kejadian langka, hanya terjadi di balai wilayah V dan dari beberapa daerah yang tergabung, kejadian ini hanya terjadi di Kota Cirebon, tentu ini menjadi catatan bagi kami di Dinas Pendidikan Jawa Barat," ujar Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BPPP) Wilayah V pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Nurhulaela saat diwawancarai wartawan koran ini.

Saat ini, lanjut dia, dari 27 Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi sedang memperhatikan apa dan bagaimana perjalanan dunia pendidikan di Kota Cirebon. Sehingga bisa terjadi tragedi perusakan yang disinyalir berawal dari proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMA tersebut.

Namun demikian, pelayanan pendidikan di Balai V dikatakan Dewi tidak terganggu dan hingga saat ini pihaknya tetap menjalankan tugas seperti biasa.

"Atas kejadian itu kami tidak akan menuntut siapapun, karena gedung itu kan milik negara dan merusak itu tentu melanggar undang-undang, kasus ini sepenuhnya kami serahkan kepada pihak yang berwenang," terangnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kasus perusakan di Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BPPP) Wilayah V Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat masih dalam penyelidikan kepolisian resort Cirebon Kota.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHUM MSM menyampaikan bahwa hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan terhadap penyelidikan kasus perusakan di Kantor Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BPPP) Wilayah V Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

"Kami sudah tetapkan dua orang sebagai tersangka. Inisialnya, A dan B. Sangat mungkin muncul tersangka baru. Oleh karena itu, kami akan terus lakukan penyelidikan," kata Adi Vivid. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Bakal ada Tersangka Baru di Kasus Perusakan Kantor BPPP"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...