Dewan Tolak Tarif PDAM Naik

KEJAKSAN – Rencana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cirebon untuk menaikkan tarif air ke pelanggan, langsung mendapat penolakan keras dari wakil rakyat di DPRD Kota Cirebon. PDAM diminta memperbaiki mutu pelayanan terlebih dahulu, sebelum menaikkan tarif.
dewan tarif pdam kota cirebon
Watid Sahriar. dok. Rakyat Cirebon
Hal itu dikemukakan Ketua Komisi B DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Sahriar MBA, saat ditemui di gedung dewan, Senin (15/5). Ia mengakui, PDAM belum pernah memberlakukan penyesuaian atau kenaikan tarif sejak 2013. “Padahal ketentuannya, paling lama itu tiga tahun, harus menyesuaikan tarif,” ungkap Watid.

Namun demikian, pihaknya menolak jika PDAM akan menaikkan tarif air bersih ke pelanggan, sementara mutu pelayanan distribusi air belum sesuai harapan masyarakat. Disebutkan Watid, distribusi air saat ini di kisaran 8 jam bahkan bisa kurang dari itu setiap harinya. Durasi itu jauh dari angka ideal, sekitar 18 jam.

“Kita tidak setuju kalau tarif air dinaikkan dengan kualitas pelayanan distribusi air seperti sekarang ini. Silakan PDAM buktikan dulu bisa menambah durasi distribusi air dari 8 jam, setidaknya menjadi 12 jam, baru silakan naik tarif,” tuturnya.

Kalau PDAM beralasan butuh anggaran terlebih dahulu untuk meningkatkan mutu pelayanan distribusi air sehingga dinaikkan tarifnya dulu, Watid menyarankan, PDAM agar pinjam dana ke bank. “Pinjam dulu ke bank, nanti setelah tarif naik dengan kualitas pelayanan juga naik, itu bisa terbayarkan,” kata dia.

Dikatakan politisi Partai Nasdem itu, ketika PDAM menaikkan tarif secara signifikan pada 2013 lalu, tidak dibarengi dengan peningkatan mutu pelayanan distribusi air. “Ketika naik tarif pada tahun 2013 saja, kualitas pelayanan tidak ditingkatkan secara signifikan. Padahal kenaikannya sangat signifikan,” ujarnya.

Di sisi lain, Watid juga mempertanyakan langkah PDAM untuk melakukan efesiensi di semua sektor perusahaan. Hal ini juga bila dilakukan dapat membantu PDAM untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Sudah belum PDAM melakukan efesiensi di semua sektor? Misalnya dari sisi pegawai. Itu kalau dilakukan, bisa membantu PDAM juga,” kata wakil rakyat dari dapil III Kejaksan-Lemahwungkuk itu.

Di samping itu, mengenai kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), Watid meyakini, tidak akan berpengaruh secara signifikan ke biaya operasional PDAM. Karena, kata dia, PDAM lebih memanfaatkan sistem grafitasi untuk mengalirkan air dari hulu ke hilir.

“Saya yakin, cost untuk listrik tidak sampai 5 persen dari HPP (Harga Pokok Produksi, red). Jadi kalau TDL naik, tidak signifikan efeknya. Kecuali airnya hasil pengolahan. Sedangkan kalau PDAM sini kan pakainya grafitasi,” jelasnya.

Sementara itu, Dewan Pengawas (DP) PDAM, Raymond Frederick mengaku, pihaknya belum menggelar rapat untuk merumuskan persiapan kenaikan tarif air bersih. “Belum. Kita belum rapat membahas soal itu,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Sopyan Satari SE MM menyampaikan, pihaknya belum pernah menaikkan tarif air sejak 2013 awal. Padahal di dalam ketentuan terkait, seperti Permendagri Nomor 70/2016 tentang Subsidi Pemerintah Terhadap Tarif PDAM dan Permendagri Nomor 71/2016 tentang Ketentuan Tarif, disebutkan penyesuaian tarif dilakukan paling lama tiga tahun.

“Paling lama itu tiga tahun tidak naik tarif. Tapi kalau sudah lebih dari tiga tahun belum pernah menaikkan tarif, itu dibolehkan bahkan harus penyesuaian,” ungkap pria yang akrab disapa Opang itu, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat pekan lalu.

Ia mengakui, rencana menaikkan tarif air sedang dikaji oleh BPKP. Setelah hasil kajian itu diterbitkan BPKP, pihaknya langsung mengajukan persetujuan kenaikan tarif ke Pemkot Cirebon. Opang berdalih, bila tidak dilakukan penyesuaian tarif, beban subsidi dari pemerintah akan makin tinggi.

“Kita akan mengusulkan untuk menaikkan tarif ke pemkot. Karena kalau tidak naik, beban subsidi akan semakin tinggi,” kata dia. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Dewan Tolak Tarif PDAM Naik"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...