Bacabup Cirebon Berfikir Pragmatis

CIREBON - Mendaftarnya beberapa bakal calon bupati Cirebon ke lebih dari satu partai dianggap sebagai sikap pragmatis dalam berpolitik. Seolah-olah partai hanya dijadikan kendaraan sementara untuk memperoleh jabatan sebagai orang nomor satu di daerah.
bakal calon bupati cirebon
Bacabup Cirebon dari Nasdem. dok. Rakyat Cirebon
Dikatakan pengamat hukum, Bayu Kreshna Abyaksa SH, sebetulnya komunikasi politik lebih santun bisa diciptakan oleh semua pihak. Termasuk juga bakal calon bupati Cirebon, selaiknya memainkan ilmu politik santun dalam memperoleh dukungan.

Dilandasi fakta beberapa tokoh yang mencoba "peruntungan" dengan mendaftarkan diri di beberapa parpol, Bayu menegaskan hal tersebut tidaklah baik. "Saya kira kalaupun ada yang demikian, maka mereka mencoba menggunakan pragmatisme dalam berpolitik," tegas Bayu kepada Rakcer.

Diungkapkannya, seorang calon kepala daerah harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Tak hanya itu, sebagai representasi parpol dalam pemerintahan, Bayu melihat calon tersebut haruslah memahami visi misi partai yang dituju.

"Bagaimana mereka mau menjalankan visi dan misi partai apabila mereka baru masuk saat pendaftaran saja. Jangan sampai, saat terpilih, parpol ditinggalkan karena tidak ada rasa memiliki parpol yang mengusungnya," tambah Bayu.

Dijelaskannya juga, internal partai belum tentu menerima tokoh yang pragmatis tersebut. Imbasnya, kata dia, mesin partai yang diharapkan berjalan, akan terhambat.

"Calon dari internal partai saja bisa membuat mesin partai mogok, apalagi calon dari luar yang belum mengetahui iklim internal partai tersebut. Saya harap parpol juga tidak asal memberikan rekomendasi karena pertaruhan sebuah partai akan ditentukan dari rekomendasi itu," terangnya.

Disinggung mengenai adanya ketua partai yang mengambil formulir pendaftaran di partai lain, Bayu menegaskan hal tersebut tidak dilarang. Walaupun, secara politik, Bayu mengatakan adanya rasa tidak percaya untuk memperoleh rekomendasi dari partai yang dipimpinnya.

"Sebagai ketua partai, seharusnya dia lebih percaya diri karena sudah mengetahui kondisi internalnya. Kalau beralasan untuk menggalang komunikasi politik, kata saya itu hanya cari alasan pembenar untuk memuluskan sikap pragmatis dalam berpolitik," tandasnya. (yog)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Bacabup Cirebon Berfikir Pragmatis "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus