Birokrat Maju Karena Tidak Puas dengan Bupati?

CIREBON – Munculnya birokrat dalam bursa pencalonan bupati maupun wakil bupati Cirebon membawa pertanyaan tersendiri mengenai kondisi internal pemerintahan. Walaupun mencalonkan diri merupakan hak politik setiap warga negara, namun pencalonan pejabat birokrat tersebut tidaklah semata-mata karena hak politik.
calon bupati cirebon dari birokrasi
Birokrat yang diprediksi maju di pilbup. dok. Rakyat Cirebon
Dikatakan pengamat pemerintahan, Yoyon Suharyono kepada Rakcer, Rabu (19/4) dirinya melihat ada sesuatu yang terjadi dalam lingkungan pemerintah. Menurut Yoyon, majunya birokrat dikarenakan adanya ketidakpuasan terhadap kondisi yang ada saat ini. “Jangan sampai banyaknya birokrat yang maju karena memang tidak puas terhadap kondisi pemeruntahan saat ini,” ujar Yoyon.

Pria yang juga merupakan aktivis lingkungan hidup ini menambahkan, bupati perlu memperhatikan aspek sekecil apapun di balik munculnya para birokrat tersebut. Jika memang lengah, Yoyon mengatakan akan calon birokrat ini berpeluang untuk menarik unsur birokrasi dari gerbong bupati sebagai incumbent.

“Sebagai incumbent, seharusnya bupati memiliki keuntungan dukungan dari internal pemerintahan. Tetapi, kalau tidak jeli, bisa jadi internal berbelok arah mendukung calon lain, bahkan dari kalangan birokrat itu sendiri,” tambahnya.

Bukan hanya itu saja, Yoyon juga mencium ada pengkondisian untuk memunculkan birokrat guna melihat peta politik nanti. Menurutnya, beberapa sosok yang saat ini sudah muncul, bisa disebut merupakan orang dekat bupati saat ini.

“Apakah ini settingan untuk melihat kondisi masyarakat di bawah atau seperti apa. Saya menduga ada kearah tersebut tetapi saya juga belum bisa memastikan karena memang belum mendapatkan informasi akurat mengenai dugaan itu,” ungkap Yoyon.

Di akhir wawancara, Yoyon berharap para birokrat yang bermunculan bisa memberikan warna kepada masyarakat untuk calon yang akan dipiilih. Dengan kata lain, Yoyon menilai birokrat yang maju akan membawa nuansa berbeda dibandingkan politisi yang maju.

“Kalau memang mau serius maju saya sarankan terbuka saja. Jangan malu-malu apalagi takut di mutasi. Mereka yang sudah muncul kan berarti sudah siap lahir batin sehingga tidak perlu lagi menutup diri. Kecuali, kalau memang di setting untuk kucing-kucingan, itu hgal yang berbeda dan saya tidak akan mengomentarinya,” tandasnya.

Seperti diketahui, Bupati Cirebon Dr H Sunjaya Purwadiasastra Drs MM Msi mengaku tidak akan menghalang-halangi bila ada  pejabat untuk menggunakan hak politiknya, termasuk hak untuk mencalonkan diri jadi bupati Cirebon. “Kemarin ada Pak Iis yang disebut ingin maju saya izinkan. Sekarang keluar lagi Pak Kalinga, saya juga sudah izinkan dan Pak Kalinga juga sudah minta izin ke saya. Siapa saja saya akan izinkan,” tegas bupati.

Namun, bupati tetap mengingatkan kepada pejabat yang ingin maju untuk tetap berkonsentrasi terhadap tugasnya saat ini. “Silakan bersosialisasi setelah melaksanakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Sosialisasi itu kan tugas sunah sehingga tugas yang fardhu jangan dikalahkan oleh sunah,” tandasnya.

Di sisi lain, majunya pejabat birokrasi dalam pemilihan bupati dan wakil bupati sebagai calon dianggap memiliki untung rugi. Kekuatan birokrat juga harus diimbangi dengan kekuatan politik di luar mengingat pemilihan kepala daerah merupakan ajang politik. (yog)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Birokrat Maju Karena Tidak Puas dengan Bupati?"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus