Proyek Gedung Setda 8 Lantai Mandek?

Sudah Dua Bulan Lebih, Baru Bikin Galian untuk Basement dan Dibiarkan Tergenang Air

KEJAKSAN – Usia megaproyek pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon setinggi 8 lantai sudah berusia dua bulan lebih. Kontrak proyek itu dimulai 1 November 2016 lalu.

proyek gedung setda tergenang air
Proyek gedung Setda tergenang air. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon

Tapi di lokasi proyek, persis baru terlihat galian untuk kebutuhan pembangunan basement.

Itupun kini digenangi air sedalam sekitar 3 meter. Anehnya, beberapa hari terakhir ini tak nampak aktivitas pengerjaan proyek. Megaproyek senilai Rp86 miliar lebih itu terlihat mandek.

Padahal, proyek itu harus selesai pada akhir tahun ini, lantaran menggunakan sistem pendanaan multi years atau tahun jamak, mesti selesai sebelum masa jabatan walikota berakhir.

Seorang petugas jaga di sekitar lokasi proyek yang berada di belakang gedung utama balaikota menyebutkan, tidak ada pekerja yang melakukan aktivitas pembangunan secara berarti.

Namun, ia mengaku tak tahu penyebabnya. “Memang seperti ini. Mungkin besok (hari ini, red) mulai ada yang kerja lagi,” kata petugas jaga itu.

Selain itu, meski volume air di lokasi proyek terbilang tinggi, pihak kontraktor juga persis hanya menggunakan satu unit pompa penyedot air berukuran kecil.

Hal itu padahal sempat mendapat kritik pedas dari anggota Komisi B DPRD Kota Cirebon dalam sebuah kesempatan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (3/1).

“Mesin pompa untuk membuang airnya hanya ada satu, ya yang ini. Memang ukurannya kecil,” kata dia.

Sementara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Ir Budi Rahardjo MBA mengakui ketiadaan pekerja proyek di lokasi proyek pembangunan gedung setda 8 lantai. “Memang begitu. Mungkin mereka libur juga tahun baruan,” kata Budi.

Mengenai genangan air dengan volume tinggi, menurut Budi, dipicu lantaran ketiadaan saluran untuk membuang air yang menggenang itu. Terlebih, belakangan ini intensitas hujan sedang tinggi.

“Karena memang tidak ada pembuangan, ya pasti menggenang kalau kehujanan,” kata dia.

Diakuinya juga, pihak kontraktor justru hanya menggunakan pompa air berukuran kecil untuk menyedot air yang menggenang di lokasi proyek sehingga menampakkan seperti kolam. “Ya memang begitu,” katanya.

Untuk diketahui, megaproyek pembangunan gedung setda itu dikerjakan oleh PT Rivomas Pentasurya yang beralamatkan di Kebayoran Baru Jakarta.

Nilai kontrak proyek yang dimulai per 1 November 2016 lalu itu sebesar Rp86.751.533.000. Pihak kontraktor diberi waktu pelaksanaan selama 419 hari.

Diberitakan sebelumnya, carut marut pelaksanaan proyek DAK infrastruktur senilai Rp96 miliar menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak.

Tak terkecuali para wakil rakyat di DPRD Kota Cirebon dalam melakukan pengawasan. Preseden buruk serupa jangan terulang pada proyek pembangunan gedung setda 8 lantai.

Untuk itu, para wakil rakyat di Komisi B DPRD Kota Cirebon menyatakan akan memelototi pelaksanaan megaproyek senilai Rp86 miliar yang harus tuntas pada akhir tahun 2017 ini.

Salahsatu caranya, Komisi B merencanakan melakukan evaluasi mengenai progres megaproyek itu setiap bulannya.

“Kita tidak ingin preseden buruk pelaksanaan proyek DAK yang carut marut terulang pada pelaksanaan proyek gedung setda 8 lantai. Makanya, kita pastikan akan meningkatkan pengawasan,” ungkap Anggota Komisi B DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno SH, saat ditemui di gedung dewan, kemarin.

Politisi muda Partai Golkar itu menambahkan, ia dan bebarapa anggota Komisi B lainnya sudah bersepakat akan mengusulkan kepada ketua komisi untuk selanjutnya diajukan ke pimpinan dewan, agar Komisi B mengagendakan evaluasi rutin setiap bulan terhadap kontraktor dan dinas terkait.

“Lebih baik kita rewel dalam hal pengawasan, tapi hasilnya maksimal. Makanya kita akan usulkan untuk Komisi B bisa melakukan evaluasi rutin progres setiap bulannya, yang melibatkan kontraktor, konsultan supervisi atau pengawas, dan dinas terkait,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Proyek Gedung Setda 8 Lantai Mandek?"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus