Masa Kanak-Kanak Penentu Masa Depan Bangsa

Oleh :

IBRAHIM GUNTUR NUARY

MASA kanak-kanak merupakan masa yang sangat krusial, anak-anak dapat di bentuk dengan mudah oleh siapapun, khususnya keluarga.
Ibrahim Guntur Nuary
Ibrahim Guntur Nuary. dok. Rakyat Cirebon

Sifat anak bagaikan tanah liat, Apabila di bentuk dengan baik dan benar, maka anak akan tumbuh dengan sifat yang baik sesuai dengan yang di inginkan. Jika anak tumbuh dengan sifat pembentukan yang tidak baik, maka alhasil masa depan anak akan gagal.

Agar masa depan anak cerah, peran keluarga sangat penting untuk pembentukan sifat anak yang belum di poles sama sekali. Menurut Mudjijono, et al, (1995) Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat.

Bagi setiap orang keluarga (suami, istri, dan anak-anak) mempunyai proses sosialisasinya untuk dapat memahami, menghayati budaya yang berlaku dalam masyarakatnya.

Selaras dengan pernyataan di atas bahwasanya kelurga merupakan peran yang sangat penting untuk membangun sifat anak dari lahir hingga dewasa.

Terutama ibu dan ayah, ibu dan ayah merupakan sosok yang sangat krusial untuk membangun sifat anak. Terkadang seorang ibu atau ayah ketika menegur atau memberi sebuah larangan sering kali menggunakan intonasi yang keras.

Dalam mata kuliah English for young learner juga di bahas cara memperlakukan anak dengan baik dan Imam Farouk Arrasyid MPd MpdI selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut berpendapat bahwa ketika seorang ibu atau ayah menegur sang anak, haruslah menggunakan intonasi yang rendah tetapi sangat berarti mendalam bagi sang anak.

Teguran merupakan sebuah pembangunan mental yang akan mudah di resap oleh sang anak dan berunsur sebuah pendidikan moral bagi anak.

Menurut Ma’ruf Zurayk, guru besar pendidikan dan Psikologi Univ.Darul Mu’minin Damaskus, pendidikan anak yang dilakukan dengan bentuk yang keras dan kaku mengakibatkan perasaan tertekan, hancurnya kepribadian, dan tidak adanya kesempatan untuk mengungkapkan kepribadian anak.

Anak-anak merupakan aset yang sangat penting bagi suatu bangsa, di karenakan suatu bangsa butuh penerus yang mempunyai akal dan intelektual yang tinggi. Tanpa pendidikan yang memadai, anak tidak akan berkembang dan tidak akan bisa meneruskan suatu bangsa yang butuh penerus dari generasi ke generasi.
Menurut Abdul Waid (2013) dalam bukunya yang berjudul menguak rahasia cara belajar orang yahudi menjelaskan bahwa “orang-orang yahudi tidak mementingkan harta, melainkan mementingkan kecerdasan otak. Atas dasar tradisi yang sudah menjadi karakter bangsa yahudi itu, maka nyaris kita tidak pernah menemukan perkawinan silang antara bangsa yahudi dengan bangsa lain”.

Senada dengan pernyataan di atas bahwasanya orang yahudi atau anak yang mempunyai keturunan yahudi, mereka tidak mementingkan harta melainkan otak.

Jika otak di isi oleh ilmu yang bermanfaat maka ilmu tersebut akan berguna bagi bangsa dan negara di masa depan. Cerdasnya otak akan sangat diperlukan bagi suatu bangsa untuk membangun bangsa itu sendiri di masa depan.

Agar anak-anak dapat memajukan suatu bangsa maka metode pembelajaran harus di benahi terlebih dahulu. Banyak sekali metode yang tidak relevan dengan anak dan juga bersifat memaksa yang mengakibatkan sang anak tidak dapat berkembang dengan baik dalam ruang lingkup pembelajaran.

Metode yang dimiliki oleh orang yahudi sebenarnya sangat sederhana dan bisa di lakukan oleh siapa saja selain yahudi. Metode tersebut di antaranya bersandar pada keyakinan. Artinya, orang-orang Yahudi selalu percaya dan yakin pada ingatan yang mereka miliki. (Abdul Waid,2013.)

Keluarga dan metode belajar merupakan hal yang penting untuk membangun karakter anak, agar anak dapat mengembangkan pikirannya serta dapat memajukan bangsa lewat pemikiran yang visioner kedepan demi kesejahteraan suatu bangsa.

Oleh sebab itu, jangan rusak kebahagiaan anak di masa kanak-kanaknya. Karena anak merupakan sebuah bibit unggul yang akan mendongkrak kemajuan bangsa di masa depan.

Cintailah anak dengan setulus hati dan ajarkan kebaikan agar anak mendapatkan masa depan yang cerah dan gemilang.

(*) Penulis adalah mahasiswa Tadris Bahasa Inggris IAIN Syekh Nurjati Cirebon serta pegiat komunitas Niat Untuk Nulis(NUN)

Dapatkan berita terkini:

1 Response to "Masa Kanak-Kanak Penentu Masa Depan Bangsa"

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus