5 Pejabat Eselon II Digeser ke Pos Lama

Posisi MTB Aman, Walikota Mutasi 135 Pejabat Eselon II-V dan 6 Kepsek

KESAMBI – Mutasi, rotasi dan promosi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon akhirnya digelar, Jumat (5/8), di gedung Korpri Kota Cirebon.
pelantikan pejabat baru
Pelantikan pejabat baru. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon

Tak kurang dari 135 pejabat struktural dari eselon II sampai V dan enam kepala sekolah berpindah jabatan.

Khusus untuk eselon II, terdapat 18 pejabat yang terkena rotasi. Dari jumlah itu, lima diantaranya diketahui pindah ke jabatan atau SKPD yang pernah dihuninya.

Oleh Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis, kelima pejabat eselon II itu “dikembalikan” ke asalnya.

Kelimanya adalah H Maman Sukirman SE MM, dari kepala Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi (Dishubinkom) kembali menjadi kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).

Ir Yati Rohayati, dari kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) kembali ke kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM).

Drs H Hayat MSi, dari Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi dan Keuangan, kembali ke kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar). Jamaludin SSos, dari Asisten Administrasi Umum kembali ke kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).

Terakhir, Drs Jaja Sulaeman MPd dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan dikembalikan lagi ke Dinas Pendidikan untuk menjadi kepala.

Sedangkan 13 pejabat eselon II lainnya yang terkena kebijakan rotasi, yakni, Ir Vicky Sunarya dari kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah digeser ke Asisten Administrasi Umum, Drs H Arman Surahman MSi dari Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintah dirotasi ke Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Ir Eddy Krisnowanto MM dari jabatan semula sebagai Inspektur di Inspektorat dipindah ke Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, H Eka Sambudjo Bc Ak SSos dari kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dipindah menggantikan Eddy menjadi Inspektur.

Selanjutnya, Drs H Atang Hasan Dahlan MSi dari kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah dipindah ke kepala Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi, Drs H Mochamad Korneli MSi dari Asisten Pemerintah Setda dipindah menjadi kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda).

Drs Agus Mulyadi MSi dari Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) dipindah ke Asisten Pemerintahan Setda.

Drs Sumanto dari Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM dirotasi ke kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT).

Drs Dana Kartiman dari Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) digeser ke Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Drs Ferdinan Wiyoto MSi dari Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) digeser ke Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Ir Budi Rahardjo MBA dari Staf Ahli Walikota Bidang Pembangunan didaulat menjadi kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan SDM.

Yang cukup mengejutkan, DR H Wahyo MPd juga turut masuk dalam gerbong mutasi pejabat.

Ia harus ‘masuk kotak’ setelah dipindah dari kepala Dinas Pendidikan ke Staf Ahli Walikota Bidang Pembangunan, serta Ir Yoyon Indrayana MT dari kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan SDM (DPUPESDM) dipindah ke Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Tak kalah mengejutkan dengan posisi aman yang didapat pejabat teras di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), berinisial MTB.

Ia kini berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan tanah untuk kepentingan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tengah digarap Kejaksaan Cirebon. MTB dipastikan tak dipindah oleh walikota.

“Ini adalah upaya penyegaran di kalangan pegawai. Selain itu juga merupakan bagian dari penyesuaian yang pada akhirnya untuk peningkatan kinerja, guna pencapaian visi RAMAH pada 2018,” ungkap Walikota Azis, usai melantik ratusan pejabat pada posisi barunya.

Seusai pelantikan itu, Azis meminta, para pejabat agar segera melakukan serah terima jabatan (sertijab) dan langsung percepatan kinerja.

Ia memberi deadline bagi pejabat baru untuk sertijab dengan pejabat lama di masing-masing SKPD pada Rabu pekan depan.

“Karena mutasi, rotasi dan promosi ini hal yang biasa terjadi. Sehingga tidak perlu serah terima jabatan itu berlama-lama. Senin harus mulai action. Kalaupun mau mengadakan serah terima jabatan, bisa sampai Rabu maksimal. Pindahan kantor bisa dilakukan langsung sekarang (kemarin, red). Dan para pejabat baru harus segera melakukan penyesuaian untuk melakukan percepatan,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Cirebon itu mengakui, dalam menyusun formasi mutasi, rotasi dan promosi, pihaknya tidak hanya mempertimbangkan spesialisasi keilmuan dari masing-masing pejabat.

Tapi jauh lebih penting dari itu, kata Azis, adalah kemampuan yang dimiliki oleh pejabat.

“PNS harus siap ditempatkan dimana saja, tidak melulu harus sesuai dengan spesialisasi keilmuan yang dimiliki. Karena kalau pertimbangannya itu, akan terjadi kekurangan pada bagian kerja tertentu,” kata dia.

Azis lantas mencontohkan, ketika seorang tenaga pendidik, memiliki kemampuan di bidang lain, maka bisa saja ditempatkan di bagian kerja selain di bidang pendidikan.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BK Diklat) Kota Cirebon, Drs Anwar Sanusi MSi mengaku, formasi mutasi sudah disusun melalui tahapan yang benar sesuai regulasi terkait yang mengaturnya dan menjadi hak walikota.

“Tahapan-tahapan sudah ditempuh. Salahsatunya sudah dilakukan assessment terhadap pejabat eselon II,” kata Anwar.

Sementara itu, selain 18 pejabat eselon II, dalam gerbong mutasi kemarin terdapat juga 31 pejabat eselon III, 85 pejabat eselon IV, seorang pejabat eselon V, dan 6 kepala sekolah. (jri)


Dapatkan berita terkini:

0 Response to "5 Pejabat Eselon II Digeser ke Pos Lama"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...