Siswa Dilarang Jajan di Luar Pagar Sekolah

KEJAKSAN – Banyaknya jenis jajanan anak sekolah, terutama di Sekolah Dasart (SD) yang diduga mengandung bahan berbahaya, membuat wakil rakyat di DPRD Kota Cirebon bergerak cepat. Jumat pekan lalu, Komisi C DPRD memanggil jajaran Dinas Pendidikan dan UPTD di bawahnya.
rapat disdik kota cirebon dengan dewan
Rapat Disdik dengan DPRD. Foto: Nurul Fajri/Rakyat Cirebon

Dalam rapat bersama itu, Komisi C DPRD meminta kepada Dinas Pendidikan untuk memberi himbauan bagi sekolah-sekolah, terutama SD agar melarang siswanya jajan di pedagang yang ada di luar pagar sekolah.

Ketua Komisi C DPRD, H Sumardi mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai pihak terkait, diketahui bahwa hampir semua jenis jajanan atau makanan yang dijual di luar pagar sekolah, memiliki potensi mengandung bahan berbahaya yang tinggi.

“Karena memang hampir semua makanan atau jajanan yang biasanya dijajakan di luar pagar sekolah, memiliki potensi keterkandungan bahan berbahaya cukup tinggi,” ungkap Sumardi, di Griya Sawala gedung DPRD.

Diakui Sumardi, antisipasi jajanan yang mengandung bahan berbahaya menjadi persoalan atau dilemma, karena di satu sisi, pedagang tersebut sedang mencari rizki dengan berdagang.

Tapi di sisi lain, mereka tak memperhatikan kualitas jajanan.

“Memang mereka juga mencari rizki. Tapi perlu diawasi jenis jajanan yang dijualnya,” kata Sumardi.

Dikatakan politisi yang juga sekretaris DPD PAN Kota Cirebon itu, bila ditemukan jenis jajanan dengan kandungan bahan berbahaya, pihak sekolah agar tidak segan untuk melarang pedagang itu berjualan.

Langkah ini perlu dilakukan untuk melindungi siswa dari jajanan berbahaya.

“Ini harus menjadi pembelajaran bersama. Kalau perlu, dilarang saja pedagang di luar pagar itu kalau menjajakan jajanan yang mengandung bahan berbahaya untuk kesehatan. Atau siswanya juga jangan jajan di pedagang yang ada di luar pagar sekolah,” katanya.

Keberadaan kantin di dalam sekolah, lanjut Sumardi, juga harus mendapatkan pengawasan.

Menurutnya, kantin di dalam sekolah akan lebih mudah diawasi, khususnya pengawasan jenis jajanan yang didagangkan.

“Kalau kantin di dalam sekolah kan bisa diawasi. Itu juga harus diawasi,” katanya.

Senada disampaikan Anggota Komisi C DPRD, Ana Susanti.

Politisi Partai Golkar itu meminta agar Dinas Pendidikan menginstruksikan kepada sekolah-sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan kepada pedagang di lingkungan sekolah.

“Harus ada pengawasan ketat terhadap jenis jajanan yang didagangkan di lingkungan sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kasi Mutendik Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Toto Hariyanto mengatakan, pihaknya akan menginstruksikan kepada sekolah-sekolah untuk melarang siswanya jajan di pedagang yang ada di luar pagar sekolah.

“Kita melarang siswa jajan di luar pagar sekolah. Ini salahsatu upaya antisipasi yang harus dilakukan. Kita akan himbau ke masing-masing sekolah,” kata Toto. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Siswa Dilarang Jajan di Luar Pagar Sekolah "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...