Usaha Turun Temurun, Omzet Pembibitan Tanaman Sentuh Rp300 Juta Sebulan

bibit tanaman jeruk tersedia di gubung kuning majalengka

RAKYATCIREBON.CO.ID - Selama Januari dan Februari 2018 ini, usaha pembibitan tanaman berbagai jenis jeruk di kelurahan Gunung Kuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka belum lancar, karena faktor cuaca.

Namun, mulai Maret nanti, seperti tahun-tahun sebelumnya proses pembibitan akan lebih cepat dan hasilnya juga akan lebih bagus.

Tokoh petani, yang juga pengelola kelompok Mekar Raharja, Kasma (41) mengatakan, ‎selama beberapa tahun, jika menginjak Januari dan Februari, maka proses pembibitan tanaman jeruk agak terhambat dan kuranglancar.

Namun pada Maret sampai Juni biasanya akan kembali lancar, serta tanaman bibit bertumbuh kembang dengan baik.

"Maret sampai Juni nanti biasanya akan lancar. Serta proses tumbuhnya lebih cepat lebih bagus. Daripada di bulan-bulan sekarang sampai akhir Februari nanti," ungkap Kasma kepada Rakyat Cirebon, saat ditemui di saung pembibitan, kemarin.

Ia mengatakan, sementara pada Juni sampai September biasanya tidak ada kendala berarti. Sementara selama puluhan tahun, para petani pembibitan jeruk di Gunung Kuning Kecamatan Sindang ini mayoritas hidup dengan mata pencaharian sebagai petani bibit jeruk. Lebih dari 70 persen petani aktif di pembibitan berbagai tanaman jeruk dengan berbagai jenisnya.

"Mayoritas warga di sini memang petani bibit, lebih banyak kita kembangkan tanaman jeruk. ‎Jenis jeruk yang kami tanam yakni ‎jeruk mipis kampung, Lemon Tea, jeruk purut buat masak, jeruk limau untuk sate, jeruk kip, serta berbagai jenis tanaman jeruk lainnya. Sementara yang paling mahal yang sedang kami kembangkan yakni jeruk Lemon Kalifornia dengan Jeruk Dekopon, dan selama ini sudah kami kembangkan dalam lima tahun terakhir dan selalu berhasil," ungkapnya.

Kasma menambahkan saat ini di Gunung Kuning sendiri sentra pembibitan jeruk secara garis besar hanya ada dua kelompok, yakni Mekar Raharja dengan kelompok Dusun Mandiri. Pertahunnya, sentra pembibitan terpopuler ini mampu menghasilkan tanaman lebih dari sejuta pohon. Dan setiap tahunnya selalu ada saja pihak luar yang meminta belajar langsung cara menanam jeruk.

"Setiap tahunnya selalu ada saja anak-anak mahasiswa, SMK, yang berasal dari Ciamis, Unma, UNPAD yang mau belajar di sini secara langsung. Tentu kita sambut baik, mengingat ilmu yang bermanfaat adalah yang bisa dbagikan kepada sesame," ungkapnya.

Mengenai sejarahnya, Kasma menuturkan, tidak tahu pasti, sebab sejak dirinya masih kecil, sentra pembibitan di tempatnya telah aktif dan menjadi sumber pendapatan 70 persen warga Gunung Kuning.

"Saya kurang tahu sejarah pastinya, tetapi sejak saya kecil, pembibitan di sini sudah berjalan. Jadi ini merupakan turun temurun. Pemasarannya sendiri sudah se-Indonesia dan mungkin, bagi pihak marketing, katanya sudah dijual ke luar negeri," ungkapnya.

Sementara itu petani lainnya, Jahani mengatakan, jika dalam kondisi cuaca yang kurang menentu seperti di bulan Januari dan Februari ini, maka omzetpun nyaris tidak ada. Tetapi jika sedang lancar, maka omzet yang masuk bisa mencapai Rp300 juta atau lebih.

"Omzet terkadang tidak menentu, tetapi biasanya kalau omset ada bisa mencapai Rp300 juta sebulan. Ya kalau misal lagi sepi, berarti kurang dari Rp300 juta, tetapi bahkan terkadang nol pemasukan. Itu sudah biasa bagi kami," imbuhnya. (hrd)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Usaha Turun Temurun, Omzet Pembibitan Tanaman Sentuh Rp300 Juta Sebulan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...