Tidak Lapor Dana Kampanye, Paslon Terancam Dibatalkan

kpu kota cirebon tetapkan dua paslon walikota dan wakilnya

RAKYATCIREBON.CO.ID  – Selasa (13/2) ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon akan menggelar pengundian nomor urut pasangn calon (paslon) walikota dan wakil walikota Cirebon, sekaligus deklarasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai. Karena hanya ada dua paslon, dipastikan hanya ada nomor satu dan dua.

Hal itu menyusul telah ditetapkannya pasangan Drs Nashrudin Azis SH-Dra Hj Eti Herawati (Pasti) dan H Bamunas S Boediman MBA/Oki-Effendi Edo SAP MSi (Oke) oleh KPU sebagai paslon walikota dan wakil walikota, di aula kantor KPU setempat, Senin (12/3) kemarin.

Penetapan itu dibacakan langsung Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani SE Ak, dalam rapat pleno yang disaksikan langsung kedua paslon dan tim pemenangannya. “Berdasarkan keputusan KPU Kota Cirebon dengan Nomor 30/PL.03.2-Kpt/3274/KPU-Kot/II/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018,” ungkap Emir.

Setelah rapat pleno, Emir menambahkan, rencananya pada hari ini akan dilaksanakan pengundian nomor urut paslon untuk di pilwalkot. Agenda itu dilanjutkan dengan deklarasi pilkada damai, di Hotel Prima. “Besok (hari ini, red) pengundian nomor urut dan deklarasi pilkada damai,” katanya.

Sementara itu, cawalkot petahana, Nashrudin Azis mengaku bersyukur, pihaknya ditetapkan sebagai calon berdampingan dengan calon wakilnya, Eti Herawati.

“Dengan penetapan ini, maka kami dipastikan bisa mengikuti tahapan selanjutnya dalam pilkada. Ini juga yang membuat kami berdua semakin bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk pilkada Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Menurut Azis, meskipun hanya dua kontestan atau head to head yang akan berkompetisi di pilwalkot, tensi politiknya masih bisa terkendali. Azis menyebutkan, dirinya dengan kompetitor adalah bersahabat. “Head to head di Kota Cirebon insya Allah berbeda dengan tempat lain. Karena head to head di sini antara dua orang sahabat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ditambahkan Azis, dirinya akan saling mendukung satu sama lain dan menggunakan cara-cara kampanye yang santun. Sehingga bisa menghindari potensi konflik.

“Kami berdua saling mendukung. Kami akan mengedepankan cara kampanye bermartabat, menghindari konflik. Kami harap, rasa persahabatan antar kami para calon, bisa diikuti para tim suksesnya,” kata dia.

Makanya, Azis mengimbau sekaligus mengajak kepada tim pemenangan atau tim sukses tiap paslon untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan kondusivitas Kota Cirebon. “Jadi, timses harus berupaya menjaga stabilitas. Memberikan statmen yang menyejukan, hindari black campaign, hindari saling memojokan. Mari berkompetisi secara sehat,” katanya.

Ditanya nomor urut yang diharapkan, Azis menegaskan, pihaknya akan menerima dengan hati lapang, berapapun nomor urut yang didapatkan. “Yang terpenting menang,” katanya.

Terpisah, Calon Walikota, Bamunas S Boediman mengatakan, setelah ditetapkan sebagai calon, pihaknya kini tengah menyusun program untuk kampanye ke masyarakat.

“Kami sedang membuat program yang terbaik. Lagi dikaji di dapur. Termasuk sudah membahas foto, logo, dan tagline. Sekarang kami sedang menggodok program untuk kampanye,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pasangan Oki-Edo (Oke) akan mengusung program unggulan di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. “Program unggulannya, kesehatan, pendidikan dan perbaikan infrastruktur. Bagaimana agar lebih baik lagi,” katanya.

Seiring telah ditetapkannya Nashrudin Azis-Eti Herawati dan H Bamunas S Boediman-Effendi Edo menjadi calon walikota dan wakil walikota oleh KPU Kota Cirebon, maka semua alat peraga kampanye (APK) yang sudah dipasang sebelumnya, harus diturunkan.

“Berdasarkan PKPU, ketika ditetapkan paslon, dalam 1 x 24 jam alat peraga sosialisasi yang sudah dipasang harus turun,” ungkap Anggota Divisi SDM dan Parmas KPU Kota Cirebon, Dita Hudayani SH, kemarin.

Ia menambahkan, untuk APK maupun bahan kampanye yang akan dipakai paslon, desainnya harus disediakan tim kampanye (timkam) masing-masing paslon. “Pada saat masa kampanye berjalan, bahan kampanye, alat kampanye sudah diberikan kepada paslon,” katanya.

APK maupun bahan kampanye sendiri diproduksi oleh KPU, meskipun desainnya masing-masing timkam paslon. Sayangnya, timkam dari kedua kandidat tidak menyerahkan desainnya tepat waktu.

“Insya Allah penyedia barang dan jasa, nanti malam (Senin malam, red) kalau selesai, kami akan undang tim paslon. Mohon untuk diutus pihak yang berwenang menyetujui,” katanya.

Senada disampaikan Anggota Divisi Hukum dan Umum, Dr Sanusi SH MH. Ia mengingatkan kepada semua paslon untuk memperhatikan pelaporan dana kampanye. “Saya perlu mengingatkan. Karena laporan dana kampanye ini, jika tidak dilaksanakan, sanksinya bisa membatalkan pasangan calon,” katanya.

Kedua paslon diketahui sudah membuat rekening bersama di bank berbeda. Rekening itu dibuka atas nama pasangan calon. Kemudian pada 14 Februari, laporan dana kampanye harus sudah disampaikan ke KPU.

“Dari provinsi memberikan aplikasi untuk pelaporan dana kampanye. Makanya akan mempermudah paslon maupun tim kampanyenya,” kata Sanusi (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Tidak Lapor Dana Kampanye, Paslon Terancam Dibatalkan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...