PPDP Merasa Dibebani KPU

ppdp majalengka coklit sekaligus sosialisasi pilkada

RAKYATCIREBON.CO.ID  - Hingga kini proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih secara door to door oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), masih berlangsung.

Namun, sejumlah PPDP menemukan masyarakat yang belum mengetahui tahapan pemilukada yang akan digelar secara serentak Juni 2018. Bahkan, beberapa orang malah sering mengajukan pertanyaan tentang kapan pencoblosannya, serta siapa saja calonnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang PPDP, Opik mengaku, disamping tugas utama melakukan coklit ke warga. Juga sering melayani pertanyaan seputar pilkada dari warga.

“Kami, juga agak kerepotan ketika harus menjelaskan perihal informasi tersebut. Padahal, PPDP juga kerepotan ketika menemui data pemilih yang keliru. Seperti, nomor KK dengan database di DP4K tidak sinkron,” ujar Opik kepada Rakyat Majalengka, Selasa (6/2).

Seharusnya, kata dia, mensosialisasikan informasi seperti seputar pilkada, pileg dan pilpres merupakan kewajiban agen-agen KPU yang baru saja dikukuhkan. Alasannya pekerjaannya sebagai petugas coklit telah terlalu banyak dan hanya khusus terfokus pada persoalan data.

"Agen-agen KPU harus bisa mensosialisasikannya. Paling-paling kami di lapangan hanya sebatas memberi tahu apa adanya. Karena kami sudah dibikin repot dengan data yang ada," ujarnya.

Pihaknya berharap dengan adanya agen KPU yang salah satunya mensukseskan angka partisipasi pemilu terutama di kalangan pemilih pemula. Semua informasi yang berkaitan dengan tahapan pemilukada harus benar-benar disosialisasikan kepada masyarakat luas.

"Supaya nanti para penyelanggara dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Sebab, bila berbicara tentang tupoksi, semua petugas lapangan sudah punya tugas pokok masing-masing, sesuai dengan jobnya. Kalau kami, PPDP harus juga sosialisasi ya repot dong," ungkapnya.

Terpisah, salah seorang warga di wilayah Jatiwangi, Farhat mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memahami terkait apapun mengenai tahapan pilkada. Sepengetahuannya banyak pasangan calon yang menggembar-gemborkan tentang keinginannya menjadi bupati.

Namun, ia tidak pernah dikasih tahu kapan harus memilihnya. "Katanya sih habis lebaran. Saya memang benar-benar gak tahu, nyoblosnya kapan. Tapi kalau habis lebaran asyik juga. Berarti banyak yang masih mudik dan belum kembali ke perantauan," imbuhnya. (hrd)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PPDP Merasa Dibebani KPU"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...