Pembangunan Hotel Dibiayai Dana Zakat, Sutrisno Makin Semangat Ikuti Intruksi Presiden

bupati majalengka sebut fungsi zakat sama dengan pad

RAKYATCIREBON.CO.ID - Baznas Majalengka berencana membangun sebuah rumah sakit dan hotel. Hal ini dipersiapkan menjelang beroperasinya bandara bertaraf internasional di Kertajati. Rencana tersebut akan di-launching di pertengahan 2018.

‎Bupati Majalengka, H Sutrisno sangat berharap, Baznas akan menjadi percontohan seiring akan diberlakukan keputusan presiden mengenai zakat profesi.

Jika merujuk pada pengelolaan zakat tersebut, maka pemkab Majalengka telah memenejnya sejak Juli 2014. Caranya dengan mengambil 2,5 persen dari uang gaji pegawai.

‎"Sejak 2014, kami telah menerapkan zakat profesi. Hal itu semua dilandasi sebuah pemikiran betapa sulitnya bagi daerah lain yang rendah fiskalnya. Dengan landasan tersebut, untuk meningkatkan kebutuhan fiskal supaya terus meningkat. Maka saat itu kami bersama Baznas memberlakukan zakat profesi bagi pegawai negeri," ungkap Sutrisno, saat konferensi pers di pendopo, Rabu (7/2).

Selain itu, kata dia, telah tertera jelas dalam Alquran surat Albaqarah ayat 43. Ayat tersebut menyuruh mendirikan shalat, menunaikan zakat dan ruku beserta orang-orang yang ruku.

Manurut Sutrisno, zakat profesi juga banyak disepakati kalangan ulama sudah sepakat. Dan masuk rukun Islam yang ketiga.

"Perlakuannya sama dengan pajak dan penghasilan asli daerah. Yakni, akan dikembalikan kepada masyarakat. Nyaris sama fungsinya dengan PAD. Benar apa yang dikatakan pak presiden (Joko Widodo, red), bahwa sumber dana yang berasal dari zakat begitu besar. Objek zakat ini lebih besar daripada pendapatan apapun," ujanya.

Sutrisno yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Majalengka ini berharap, dengan adanya fiskal masuk ke APBD, nanti akan dikembalikan kepada masyarakat. Tetapi kalau zakat profesi, maka pengeluarannya bisa langsung dikeluarkan untuk kepentingan masyarakat.

‎Berdasarkan data Desember 2017, kata dia, dana zakat yang masuk mencapai Rp490 juta. Bahkan, tiga bulan lalu, nilainya mencapai Rp600 juta lebih. Selama satu tahun mencapai Rp8 miliar.

"Penggunaanya sendiri telah dialirkan untuk kesejahteraan masyarakat. Disalurkan untuk bantuan pendidikan, program Majalengka sehat, masyarakat yang tidak tercatat di kartu sehat. Serta untuk Majalengka Bageur (baik, red) dan Majalengka Bener untuk membantu imam masjid. Ada lagi, Majalengka Singer, lebih pada pengembangan ekonomi lewat UMKM," ungkapnya.

Ia menuturkan, dengan adanya instruksi presiden RI, akan lebih ditingkatkan lagi. Selain itu pihaknya sedang merancang membangun hotel untuk melengkapi dan memfasilitasi perjalanan ibadah haji dan umrah.

“Presiden mengamanatkan agar infrastruktur pembangunan apapun untuk menopang pembangunan BIJB,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Baznas Majalengka, H Agus Ismail. Ia mengatakan, bantuan pendidikan mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi telah disalurkan.

Bantuan pendidikan ini sudah dimulai tahun 2017. Hingga kini sudah ada delapan ribu orang atau warga Majalengka yang menerima beasiswa yang bentuknya stimulan.

Pihaknya akan mencoba bangun rumah sakit dan hotel. Nantinya keuntungannya bisa menjadi pemasukan tersendiri dan dialirkan kepada masyarakat. Para alim ulama juga sedang merancang khusus untuk pengelolaan zakat ini.

“Dana zakat ini, bila dikelola dengan baik, maka s‎atu desa satu bulan saja bisa untuk membangun masjid dan itu bisa dilakukan dengan anggaran dari zakat ini," imbuhnya. (hrd)

Dapatkan berita terkini:

1 Response to "Pembangunan Hotel Dibiayai Dana Zakat, Sutrisno Makin Semangat Ikuti Intruksi Presiden "

  1. Wallohu..kembali kepada fungsi nya azak itu menurut agama islam peruntukannya utuk apa sih???

    BalasHapus

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...