Komisi IV Setuju Guru Honorer K2 Diangkat Jadi PNS

dprd kabupaten cirebon apresiasi pgri yang memperjuangkan nasib guru

RAKYATCIREBON.CO.ID  - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Eryati  mengapresiasi langkah PGRI dan Forum Honorer Pendidik dan Tenaga Kependidikan (FHPTK) yang memperjuangkan guru honorer K2 agar bisa diangkat menjadi PNS pada perekrutan tahun ini.

Eryati  yang juga dari Fraksi Gerindra itu menuturkan, sebagai anggota DPRD yang membidangi pendidikan sangat mengapresiasi langkah PGRI maupun forum guru honor yang mengingingkan guru honorer K2 mendapatkan prioritas pada pengangkatan PNS 2018 mendatang.

Eryati menilai, Guru honorer K2 memang sudah banyak yang mengabdi untuk negara selama bertahun-tahun, dan sudah sepantasnya diberikan penghargaan dengan diangkat menjadi PNS.

"Saya sangat mendukung, karena bagaimanpun juga mereka sudah lama mengabdi, dan semoga saja harapan dari para guru honorer ini sirespon sama pemerintah pusat, karena pusatlah nanti yang menentukan," kata Eryti.

Dikatakan Eryati, dalam hal ini pihaknya memang tidak bisa membantu lebih karena persoalan pengangkatan PNS ada ditangan pemerintah pusat, dan DPRD bersama pemerintah daerah akan terus mendorong agar aspirasi itu bisa direalisasi.

"Untuk pengawalan soal PNS mungkin akan ditindaklajuti komisi I yang membidanginya, yang jelas kami dewan kususnya komisi IV mendukung harapan para guru honorer," tandasnya. Sementara itu, saat dikonfirmasi melaui sambungan telpon Ketua Komisi 1 H Junaedi belum memberikan keterangan.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Cirebon malaui Dinas Pendidikan juga memberikan dukungan dan siap mengawal aspirasi para guru honorer K2 tersebut.

"Kami bersama pemerintah daerah akan mengawal soal apirasi para guru honorer itu, tetapi keputusan tetap ada dipemerintah pusat, semoga saja bisa direspon sehingga ada prioritas untuk guru honorer K2 pada pengakatan PNS nanti," kata  H Asdullah singkat. (dym)

Dapatkan berita terkini:

1 Response to "Komisi IV Setuju Guru Honorer K2 Diangkat Jadi PNS"

  1. pemerintah daerah masih setengah hati dgn honorer, dijanjikan insentif 100 ribu saja dari th 2016 sampai sekarang belum terlaksana, cuman mengumpulkan berkas saja terus2an..

    BalasHapus

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...