Drainase Tersumbat, Walikota Imbau Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan

walikota cek drainase di jalan taman pemuda kota cirebon

RAKYATCIREBON.CO.ID - Hujan deras disertai angin melanda Kota Cirebon sejak siang menjelang sore kemarin hingga tadi malam. Sontak, sejumlah titik tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Diantaranya, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Terusan Pemuda, Kalijaga Harjamukti, dan beberapa titik lainnya.

Lantaran kondisi itu, Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH turun langsung melakukan pengecekan ke beberapa lokasi. Sore hari, Azis mengecek jalan Taman Pemuda di depan kampus III Unswagati. Ia memeriksa langsung lubang saluran air dan drainase di sisi jalan itu.

“Lubang saluran airnya normal. Ukurannya juga cukup dan kelihatan air bisa mengalir. Hanya saja, drainasenya penuh, sehingga meluap ke jalan,” ungkap Azis, di sela-sela peninjauannya.

Ia menambahkan, kawasan itu memang langganan terjadi genangan air. Namun, kini relatif lebih singkat durasinya. Perbaikan drainase dan lubang air di sisi jalan telah dilakukan. “Kita terus melakukan perbaikan sistem drainase dan membersihkannya,” kata dia.

Menurut Azis, selain karena derasnya hujan, di drainase juga ditemukan sampah. Diduga sampah itu terbawa arus sehingga memperlambat aliran air. Untuk itu, Azis mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Bisa kita lihat, banyak sampah di saluran airnya. Ini juga memperlambat aliran air. Sehingga terjadi genangan. Makanya, kita selalu mengimbau untuk tidak buang sampah sembarangan,” katanya.

Sementara terpisah, kawasan lain yang tergenang yaitu Kalijaga Harjamukti. Walikota Azis juga meninjau langsung lokasi itu. Di sana, genangan sempat memutus akses utama menuju Kalijaga. Kendaraan tak bisa melewati kawasan Situs Kalijaga karena ketinggian air tak memungkinkan dilalui kendaraan.

Seorang warga setempat, Uu Rahayu mengatakan, genangan air setinggi sekitar 1 meter terjadi saat hujan turun dengan deras sekira pukul 15.00. Air dengan cepat meningkat. “Sebenarnya tergantung aliran air di sungai. Kalau lancar, tidak meluap walau hujan deras juga,” kata Uu, ditemui di halaman rumahnya.

Ia menambahkan, genangan air tidak lama terjadi. Biasanya, ketika hujan reda atau aliran sungai mulai lancar, air genangan kembali surut. “Memang tidak lama. Cepat naiknya, cepat juga surutnya. Tergantung debit air di sungai,” kata warga RT 8 RW 3 Kalijaga itu. Ada aliran sungai di kawasan Kalijaga.

Di lokasi berbeda, warga RT 7 RW 3 Kalijaga, Ikrom mengatakan, ketinggian air ketika hujan deras turun mencapai 1,5 meter atau hingga dada orang dewasa. Padahal di sana juga ada drainase. Tapi meluap juga. “Saluran air tidak menampung, makanya meluber. Tadi (sekitar pukul 15.00, red) sampai 1,5 meter,” kata Ikrom.

Sama seperti di titik lainnya, genangan itu terjadi tidak lama. Dalam hitungan maksimal sejam, bisa surut. Meski demikian, ia dan warga setempat berharap ada solusi penanganan. “Karena minimal setahun sekali terjadi seperti ini,” katanya.

Di lokasi yang sama, seorang warga harus mendapatkan pertolongan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon karena lemas, akibat dinginnya cuaca. Tim BPBD langsung mengevakuasi warga tersebut untuk dilakukan pertolongan. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Drainase Tersumbat, Walikota Imbau Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...