Azis Bilang Panwaslu Jangan Kaku, Susilo: Kami Jalankan Tupoksi Sesuai Aturan

bacawalkot cirebon berdialog dengan kpu

RAKYATCIREBON.CO.ID   – Pelaksanaan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon akan digelar 27 Juni mendatang, lebih dari sepekan setelah lebaran Idulfitri. Itu artinya, dua pasangan calon (paslon) akan melalui Ramadan.

Bukan menjadi rahasia lagi, jika momentum itu bakal dimanfaatkan untuk “bersilaturahmi” dengan masyarakat. Termasuk dalam kegiatan keagamaan di masjid.

Lantaran ada larangan untuk berkampanye di masjid, baik duet petahana pasangan Drs Nasrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati (Pasti) maupun penantanganya, H Bamunas S Boediman MBA/Oki dan Effendi Edo SAP MSi (Oke) tentu bakal berhati-hati.

Tapi tak bisa juga dihindari ketika ada warga “berceloteh” akronim “Pasti” maupun “Oke”. Untuk itu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), diharapkan tidak kaku dalam penegakan aturan.

“Misalnya, setelah tarawih berjamaah, kemudian setelah itu ada dialog dengan warga. Memang kami tidak ada kampanye atau ajakan lainnya. Tapi kalau warga ada yang bilang “Pasti” atau “Oke”, ini tidak bisa dihindarkan. Sementara masjid atau musala tidak boleh jadi tempat kampanye,” ungkap Azis, di kantor KPU Kota Cirebon, Senin (5/2).

Azis berharap, dalam konteks itu, Panwaslu bisa ikut mengingatkan dan mengimbau warga, di samping paslon juga melakukan hal yang sama. Begitupun dengan penindakan, Panwaslu diharapkan tidak kaku. “Jangan sampai kita disibukkan dengan pemanggilan Panwaslu gara-gara itu. Kita setuju aturan itu ditegakkan dengan utuh. Tapi bukan berarti kaku,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bakal Calon Wakil Walikota, Effendi Edo SAP MSi. Ia bersama Oki sebagai kandidat berkomitmen untuk mengikuti segala aturan yang diberlakukan dalam pelaksanaan Pilwalkot Cirebon mendatang. “Kami pada prinsipnya akan mengikuti semua aturan yang diberlakukan,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Gabungan (Timgab) Oke, Edi Suripno SIP MSi juga menyatakan, ketiga parpol pengusung Oke bersepakat untuk mewujudkan pilwalkot yang kondusif.

“Saya pastikan, bahwa Pilkada Kota Cirebon berjalan kondusif. Kita harus sepakat, kalau ada yang unggul, mengakui keunggulan lawan. Harus berjiwa demokratis dan sportif,” ungkap Edi.

Politisi yang juga ketua DPC PDI Perjuangan itu mengajak kepada semua kandidat untuk mengedepankan sikap saling menghargai dan perkuat komunikasi. Sehingga ketika muncul persoalan yang tidak substantif, bisa diselesaikan dengan musyawarah.

“Misalnya kalau stiker beda ukuran, kemudian dipersoalkan atau rekam sana sini. Jangan. Musyawarah dan komunikasi lebih baik,” kata dia.

Ketua Timgab Pasti, Darajati Imanullah menilai, pilwalkot mendatang adalah kompetisi antar sahabat. Karena baik paslon maupun tim pemenangan, semua bersahabat dalam kehidupan keseharian.

“Saya selalu menyampaikan kepada rekan-rekan  di Timgab, kita harus mengedepankan cara-cara yang santun. Menjaga suasana tetap bersahabat. Bersaing secara konstruktif,” kata pria yang akrab disapa Jati itu.

Ia berharap, di tim pemenangan Oke pun diingatkan pesan yang sama. Kedepankan kesantunan, hindari black campaign. “Kami berharap dari tim Oke juga bisa memberikan pemahaman yang sama. Sehingga siapapun yang akan terpilih, akan menjadikan Kota Cirebon lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo juga memastikan, pihaknya akan berlaku fair sesuai aturan dalam pengawasan pelaksanaan pilwalkot. Pihaknya juga mengajak semua kontestan untuk membuktikan, bahwa Kota Cirebon bukanlah zona merah pada perhelatan pilkada serentak 27 Juni mendatang.

“Kami meyakinkan, jajaran Panwaslu sampai ke bawah akan menjalankan tupoksinya sesuai aturan. Kita buktikan, zona merah akan kita ubah menjadi zona yang adem,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Azis Bilang Panwaslu Jangan Kaku, Susilo: Kami Jalankan Tupoksi Sesuai Aturan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...